Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menggencarkan sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada masyarakat yang tersebar di 15 kecamatan di wilayah itu.

"Sosialisasi program CKG terus kami lakukan melalui 21 puskesmas di 15 kecamatan agar masyarakat tahu dan memanfaatkannya. Program ini sendiri bertujuan mendeteksi dini penyakit tidak menular serta memberikan penanganannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Asep Setia Budiman di Rejang Lebong, Selasa.

Dia menjelaskan, program CKG di Kabupaten Rejang Lebong ditargetkan sebanyak 135.234 jiwa hingga akhir 2026 nanti, atau 46 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 293.934 jiwa.

"Warga Kabupaten Rejang Lebong yang mengikuti program CKG agar segera mendatangi puskesmas terdekat, dengan membawa KTP. Nanti mereka akan dilayani petugas di masing-masing puskesmas," terangnya.

Program CKG itu sendiri, kata dia, merupakan program Kementerian Kesehatan RI yang bertujuan mendeteksi dini risiko penyakit, memantau kondisi tubuh, dan meningkatkan kualitas hidup seluruh warga Indonesia mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.

Dalam program CKG ini masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi cek hipertensi atau darah tinggi, gula darah, asam urat, dan kolesterol.

Menurut dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong selain melakukan pelayanan CKG melalui 21 puskesmas, juga menggelar program jemput bola dengan mendatangi sejumlah lokasi strategis, seperti area Kantor Pemkab Rejang Lebong, kampus perguruan tinggi, pasar tradisional, sekolah-sekolah, kegiatan Car Free Day (CFD), hingga acara bakti sosial.

Sejauh ini capaian program CKG di Kabupaten Rejang Lebong, tambah dia, sudah diikuti oleh 43.126 jiwa atau 14,7 persen dari total target program sebanyak 135.234 jiwa hingga akhir tahun nanti.

Dia mengimbau masyarakat Kabupaten Rejang Lebong yang belum mengikuti CKG agar segera mendatangi puskesmas terdekat guna mendeteksi dini berbagai penyakit tidak menular.

Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.