Jakarta -

DanzQ mengganti nama panggung menjadi Dipati. Ia memulai babak baru lewat lagu mellow bertajuk Belum Usai.

Lagu baru Dipati mengangkat kisah tentang pertemuan tak terduga dengan seseorang dari masa lalu. Pertemuan yang awalnya terasa biasa justru membuka kembali ingatan, perasaan, dan bagian dari sebuah hubungan yang sebelumnya dianggap telah selesai.

Di sisi lain, Dipati mengatakan Belum Usai tidak semata-mata berbicara tentang keinginan untuk kembali kepada seseorang. Lagu barunya menangkap momen ketika seseorang menyadari bahwa ada bagian dari masa lalu yang ternyata masih tersimpan dan membutuhkan waktu untuk benar-benar dipahami atau didamaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin orang mendengarkan Belum Usai bukan hanya sebagai cerita saya, tetapi perlahan menjadi cerita mereka sendiri. Waktu memang bisa berjalan, tetapi tidak semua perasaan ikut selesai bersamanya," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).

Secara musikal, Belum Usai berada di jalur pop rock dengan nuansa hangat nan emosional. Aransemen dibuat tidak terlalu padat untuk memberikan ruang lebih besar kepada vokal dan lirik dalam membawa cerita.

"Ya saya terlibat langsung dalam proses kreatif Belum Usai, mulai dari penulisan lagu hingga pengembangan musikalnya. Melalui lagu baru ini saya berharap pendengar tidak hanya mendengarkan pengalaman yang dituangkan dalam lagu, tetapi juga dapat menemukan bagian dari kehidupan mereka sendiri," tuturnya.

Belum Usai dari Dipati telah tersedia di berbagai platform musik digital, seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok, dan lainnya.

Selain melalui rilisan baru, Dipati ingin membawa lagu-lagunya lebih dekat kepada pendengar melalui berbagai kesempatan live performance dengan format yang menyesuaikan kebutuhan panggung, termasuk penampilan bersama full band. Ia juga tidak menargetkan perubahan nama ini untuk menghasilkan sesuatu secara instan.

"Saya tidak ingin semuanya terjadi dalam waktu singkat. Saya ingin perjalanan ini tumbuh secara natural. Satu karya, satu panggung, dan satu kesempatan pada satu waktu," katanya.

Dipati menjelaskan mengapa berganti nama panggung. Secara pribadi, nama tersebut juga merepresentasikan proses pendewasaan dalam bermusik maupun menjalani kehidupan.

"Dipati bukan tentang gelar atau kedudukan, tetapi tentang bagaimana seseorang belajar mengenal dirinya, bertanggung jawab atas pilihannya, dan tetap punya arah dalam perjalanan," pungkasnya.

(mau/aay)