Jakarta -

Dominasi AMD di pasar prosesor (CPU) desktop belakangan ini memang sangat luar biasa. Saking perkasanya, seluruh 10 CPU terlaris di Amazon sepanjang tahun 2025 disapu bersih oleh Tim Merah.

Namun, keunggulan tersebut akhirnya sedikit goyah setelah dua prosesor Intel berhasil merebut posisi di daftar top 10 untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun terakhir.

Berdasarkan data penjualan terbaru, Intel Core Ultra 7 270K Plus dan Core i7-14700K masing-masing berhasil menduduki peringkat ke-6 dan ke-9. Keduanya merupakan prosesor kelas menengah, yang dibanderol di kisaran harga USD 255 (sekitar Rp 4 jutaan) dan USD 312 (sekitar Rp 5 jutaan).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AMD masih kuasai takhta puncak

Meski Intel mulai menunjukkan perlawanan, sisa daftar CPU terlaris tersebut masih dikepung oleh jajaran seri Ryzen 9000, 7000, dan 5000 dari AMD.

Posisi puncak takhta saat ini diduduki oleh Ryzen 7 9800X3D. Sementara itu, bagi para perakit PC dengan budget terbatas, Ryzen 5 5500 menjadi primadona dan bertengger di posisi ke-2.

Posisi ke-3 hingga ke-5 secara berurutan diisi oleh jajaran prosesor premium AMD, yakni Ryzen 5 9600X, Ryzen 7 5800X3D, dan Ryzen 7 7800X3D. Posisi ke-7 dan ke-8 diamankan oleh Ryzen 9 9950X3D dan Ryzen 5 7600X, sedangkan Ryzen 5 5600X menutup posisi ke-10.

Jika diperluas ke daftar 20 besar, AMD juga masih mendominasi dengan delapan entri berbanding dua milik Tim Biru. Kendati demikian, tingkat representasi 20% bagi Intel di daftar elit ini merupakan sebuah peningkatan yang sangat signifikan bagi perusahaan yang belakangan tengah berjuang mengembalikan masa kejayaannya.

Sebagai pengingat, AMD sukses mendepak Intel dari daftar CPU terlaris Amazon sejak November 2024 lalu, tepat setelah peluncuran seri desktop Arrow Lake "Core Ultra 200" milik Intel dinilai gagal memenuhi ekspektasi pasar.

Alasan mengejutkan di balik naiknya Intel

Menariknya, alasan utama kedua chip Intel tersebut bisa kembali merangsek naik ke posisi top 10 bulan ini bukan semata-mata karena performa mentahnya. Faktor utamanya adalah harga memori RAM DDR5 yang saat ini melambung gila-gilaan.

Tingginya harga DDR5 memaksa banyak konsumen memutar otak dan lebih memilih untuk melakukan upgrade pada sistem DDR4 mereka yang sudah ada, ketimbang harus merogoh kocek dalam-dalam untuk bermigrasi ke platform yang sepenuhnya baru.

Dinamika pasar inilah yang memberi keuntungan besar bagi Intel. Seri seperti Core i9-14900K dan Core i7-14700K masih memberikan dukungan (support) untuk memori DDR4. Di sisi lain, deretan prosesor gahar terbaru AMD seperti 9850X3D, 9950X, dan 9900X justru harus rela turun peringkat karena arsitekturnya mewajibkan pengguna untuk memakai RAM DDR5 secara eksklusif, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (25/8/2026).

(asj/asj)

TAGS

LIHAT LAINNYA