Direktur Kementan mendorong sinkronisasi regulasi sektor pertembakauan
Direktur Kementan mendorong sinkronisasi regulasi sektor pertembakauan
Senin, 27 Juli 2026 08:24 WIB
Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Dirjen Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat menjawab pertanyaan wartawan di Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)
Temanggung (ANTARA) - Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat mendorong sinkronisasi regulasi untuk mendukung kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri hasil tembakau.
Abdul Roni mengatakan penyelarasan kebijakan antarsektor diperlukan agar kepentingan kesehatan, pertanian, dan industri dapat berjalan beriringan tanpa saling merugikan.
"Yang perlu kita dorong bersama adalah sinkronisasi, sehingga masyarakat tetap sehat, industrinya berjalan, dan petani maupun pedagang tembakau dapat sejahtera," katanya usai menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) di Pendopo Pengayoman Temanggung, Jawa Tengah, Minggu.
Ia menjelaskan sektor kesehatan berfokus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sedangkan sektor pertanian bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Di sisi lain, sektor perindustrian berkepentingan menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau.
Menurut dia, Direktorat Jenderal Perkebunan memiliki tugas mendorong harmonisasi kebijakan agar seluruh pemangku kepentingan memperoleh manfaat secara seimbang.
"Kalau dibilang regulasinya merusak, saya kira tidak demikian. Yang kita butuhkan adalah sinkronisasi, dan itu menjadi tugas kami di Direktorat Jenderal Perkebunan," ujarnya.
Abdul Roni menilai penguatan sektor pertembakauan membutuhkan upaya berkelanjutan, mulai dari perbaikan budidaya, penyelarasan regulasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia petani.
Ia mengaku mengapresiasi semangat para petani tembakau yang tergabung dalam APTI dan berharap semangat tersebut menjadi modal untuk memperkuat daya saing komoditas tembakau.
Menurut dia, peningkatan aspek teknis budidaya perlu terus dilakukan agar komoditas tembakau yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dan mampu bersaing di pasar.
Baca juga: DPRD Temanggung : Pembatasan nikotin dan tar untungkan tembakau impor
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.