Cilacap (ANTARA) - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan penyaluran minyak goreng rakyat Minyakita menjangkau pasar-pasar terutama pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) sebagai prioritas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ditemui usai penyaluran bantuan pangan di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu, dia mengatakan Bulog bersama ID Food dan Agrinas Palma mendapat alokasi Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita sebesar 35 persen.

"Jadi Bulog sendiri ini bertiga, ada 35 persen dibagi tiga, Bulog, ID Food dengan Agrinas Palma," katanya menegaskan.

Ia mengatakan Bulog memiliki tugas utama menyalurkan Minyakita ke pasar-pasar SP2KP sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Menurut dia, penyaluran Minyakita ke depannya juga berpotensi diarahkan secara khusus untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang saat ini terus dikembangkan pemerintah.

Ia mengakui Minyakita memiliki tingkat permintaan yang cukup tinggi di masyarakat karena harganya relatif lebih murah dibandingkan minyak goreng lainnya.

"Itu karena Minyakita sangat murah, sehingga peminatnya cukup banyak. Begitu disalurkan cepat habis," katanya.

Baca juga: Kemendag prediksi DMO Minyakita pada September naik seiring ekspor CPO

Baca juga: Kemendag beri sanksi 15 pelaku usaha pelanggar distribusi Minyakita

Ia mengatakan harga Minyakita berada di kisaran Rp15.700 per liter sehingga menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng.

"Dibanding dengan minyak-minyak yang lain, Minyakita paling murah, yaitu sekitar Rp15.700," katanya menegaskan.

Ahmad Rizal mengatakan Bulog bersama pemangku kepentingan terkait akan terus menyalurkan Minyakita melalui saluran distribusi yang telah ditetapkan guna menjaga pasokan di pasar dan memastikan minyak goreng bersubsidi tersebut dapat diterima masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (25/9), mengatakan pasokan Minyakita di wilayah itu sempat terjadi penurunan kuota.

Akan tetapi setelah berkoordinasi dengan Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, pihaknya mendapatkan kepastian ketersediaan pasokan Minyakita akan tetap dijaga.

“Berdasarkan koordinasi dengan Bulog, penambahan volume Minyakita belum bisa dilakukan, tetapi pasokan diupayakan tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar,” katanya.

Baca juga: Kemendag perkuat distribusi sikapi harga MinyaKita di atas HET

Baca juga: Mendag: Usulan DMO minyakita 100 persen perlu pertimbangkan UMKM

Baca juga: Kemendag optimalkan distribusi Minyakita ke Indonesia Timur

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.