Pupuk Indonesia tegaskan petani jadi prioritas pupuk terjangkau
Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung petani melalui ketersediaan pupuk, kemudahan penebusan, serta harga pupuk subsidi, yang semakin terjangkau terutama dalam memperingati Hari Tani Nasional 2026.
"Bagi Pupuk Indonesia, memastikan pupuk tersedia, mudah ditebus, dan terjangkau merupakan bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir bersama petani," kata Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, bagi perusahaan milik negara itu, petani merupakan garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Karena itu, Pupuk Indonesia memastikan transformasi yang dilakukan perusahaan bermuara pada manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh petani.
Komitmen tersebut, kata dia, salah satunya tercermin dari kebijakan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak Oktober 2025.
Penurunan HET ini didukung oleh program revitalisasi pabrik yang dilakukan Pupuk Indonesia secara bertahap untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Efisiensi di sisi hulu tersebut kemudian diteruskan menjadi manfaat bagi petani melalui harga pupuk yang lebih terjangkau.
"Berbagai revitalisasi dan transformasi yang kami lakukan tidak berhenti pada peningkatan efisiensi perusahaan, tetapi harus memberikan manfaat nyata di lapangan bagi petani, termasuk melalui harga pupuk yang semakin terjangkau dan akses yang semakin mudah," ujarnya.
Seorang petani dari Kelompok Tani Asahan, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat Toni Afandi mengatakan bahwa bagi petani, harga pupuk yang lebih terjangkau memberikan ruang untuk mengalokasikan biaya usaha tani secara lebih optimal.
Dengan adanya penurunan harga pupuk subsidi tersebut, petani merasa terbantu sekali karena penurunannya sangat efektif dan efisien karena ada penghematan.
"Sehingga, bisa mengurangi cost yang lainnya, artinya yang dari kelebihan selisih harga pupuk itu bisa kita gunakan ke alokasi lain, kita manfaatkan buat yang lainnya seperti untuk pestisida. Kita lihat dari petani-petani lain, dengan adanya penurunan harga jadi lebih semangat lagi untuk meningkatkan usaha tani kita," katanya.
Senada, Ketua Gapoktan Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Ma'ruf Arianto mengatakan dengan turunnya harga pupuk subsidi, semua petani itu dapat angin segar dan sangat mengurangi cost untuk pemupukan.
"Dari dahulu sampai sekarang, baru kali ini pupuk bisa turun, petani lebih ringan lebih sejahtera, lebih semangat lagi buat pemupukan," ujarnya.
Selain harga, kemudahan mendapatkan pupuk juga terus diperkuat. Pupuk Indonesia melakukan penyederhanaan proses penebusan dan penguatan sistem distribusi.
Pemanfaatan sistem digital seperti i-Pubers dan Command Center memungkinkan perusahaan memantau penebusan dan kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios, sehingga pengelolaan stok dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Tercatat, realisasi penebusan pupuk subsidi hingga 23 September 2026 mencapai 6,77 juta ton atau 69 persen dari total alokasi 2026.
Kemudahan tersebut turut dirasakan petani asal Kabupaten Grobogan, Blora, Jawa Tengah Doni yang mengatakan, penebusan pupuk dengan i-Pubers sekarang lebih mudah, lebih terjangkau, cukup bawa KTP, lebih cepat dibandingkan dahulu.
"Petani lebih tenang, nyaman, pokoknya lebih enak lah, enggak khawatir. Misalnya kalau kurang, kena banjir, minta (beli) lagi ke kios, langsung dapat. Jadi, petani senang, selain mudah didapatkan, sekarang harga pupuk juga terjangkau, bukan lagi jempol satu, tapi jempol dua," katanya.
Kemudahan akses tersebut juga didukung oleh ketersediaan pupuk yang terjaga di berbagai wilayah. Pupuk Indonesia mengandalkan infrastruktur logistik terintegrasi, mulai dari pelabuhan, armada kapal, hingga jaringan gudang, yang memungkinkan perusahaan melakukan rekonfigurasi atau realokasi stok antar wilayah sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, ketersediaan pupuk di tingkat petani dapat tetap terjaga, terutama saat kebutuhan meningkat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pupuk Indonesia prioritaskan petani lewat pupuk terjangkau
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.