Ambon (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Maluku mendorong mahasiswa memperkuat literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan inovasi agar mampu mengambil peran strategis menghadapi perkembangan era Society 5.0.

Kepala Diskominfo Provinsi Maluku Titus F. L. Renwarin di Ambon, Jumat, mengatakan mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan generasi produktif tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

"Era Society 5.0 menuntut kita tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial dengan tetap menempatkan manusia sebagai pusat," katanya saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru ( PKKMB) Universitas Kristen Indonesia Maluku tahun akademik 2026/2027 di Ambon.

Menurut dia, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), dan teknologi digital lainnya telah membuka peluang besar bagi pembangunan, termasuk di daerah kepulauan seperti Maluku.

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa kesenjangan akses digital, rendahnya literasi digital, keamanan dan privasi data, hingga penyebaran informasi palsu yang dapat mempengaruhi masyarakat.

Karena itu, kata dia, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memahami risiko penggunaan teknologi, serta menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab.

"Mahasiswa harus mampu mengubah ilmu pengetahuan menjadi inovasi dan solusi nyata. Riset di perguruan tinggi perlu diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus membuka peluang kewirausahaan," ujarnya.

Dirinya menilai posisi mahasiswa semakin penting di tengah bonus demografi Indonesia yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif.

Bonus demografi, menurut dia, dapat menjadi kekuatan pembangunan apabila diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia, kompetensi digital, serta kemampuan menciptakan lapangan kerja.

Sebaliknya, kondisi tersebut berpotensi menjadi persoalan apabila tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia dan kesempatan kerja yang memadai.

"Karena itu, generasi muda harus tampil sebagai penggerak perubahan, inovator, sekaligus kelompok intelektual yang mampu memastikan teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi memperkuat keterkaitan antara pendidikan, riset, dan kebutuhan masyarakat sehingga mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan persoalan di daerah.

Menurutnya, Maluku memiliki karakteristik geografis dan sosial yang membutuhkan pendekatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperkecil kesenjangan akses dan informasi antarpulau.

Selain kemampuan teknologi, mahasiswa juga perlu memiliki etika dalam menggunakan teknologi serta menjalankan fungsi kontrol sosial dengan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan, toleransi, gotong royong, dan kepentingan masyarakat.

"Mahasiswa harus mampu mengambil peran yang lebih besar dalam transformasi digital, termasuk menciptakan inovasi yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Maluku," ujarnya.

Kadis Kominfo itu menegaskan penguatan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, inovasi, dan etika menjadi bagian penting untuk memastikan bonus demografi dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.