DLH Natuna imbau warga kenakan masker, ISPU capai 154
DLH Natuna imbau warga kenakan masker, ISPU capai 154
Jumat, 11 September 2026 17:03 WIB
Masyarakat Natuna menggunakan masker. ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat agar mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah karena indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai 154-168 atau masuk kategori tidak sehat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Natuna Harmidi di Natuna, Jumat, mengatakan berdasarkan pemantauan pada Jumat pagi kualitas udara di Natuna berada pada kategori tidak sehat dengan ISPU di atas 150 dengan PM2.5 sebagai polutan utama.
Wilayah dengan ISPU tertinggi, kata dia, tercatat di Kecamatan Bunguran Timur Laut dan Midai dengan angka 168, disusul Serasan 166. Sementara ISPU terendah tercatat di Bunguran Selatan dan Pulau Tiga dengan angka 154.
DLH Natuna menjelaskan bahwa kualitas udara dikategorikan baik apabila ISPU berada pada rentang 0-50, sedangkan angka 51-100 masuk kategori sedang, 101-200 tidak sehat, kemudian di atasnya sangat tidak sehat, hingga berbahaya.
"Kategori tidak sehat menunjukkan tingkat kualitas udara yang dapat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita ISPA dan penyakit jantung," kata Harmidi.
Ia mengatakan penurunan kualitas udara tersebut diduga kuat berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Natuna dan wilayah lain yang terbawa angin.
Dengan kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat tersebut, lanjut dia, masyarakat khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung, perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan.
"Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hari dan gunakan masker N95 atau KF94 apabila harus beraktivitas di luar," katanya.
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta menutup ventilasi rumah, menggunakan penyaring udara atau air purifier jika tersedia, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari paparan asap rokok.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.