Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kualitas ruang publik dengan menambah dan memperbaiki berbagai fasilitas di sejumlah taman kota secara berkala agar bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang bermain, berolahraga, berkumpul, hingga beraktivitas sosial dengan nyaman.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengevaluasi progres penambahan dan perbaikan fasilitas taman.

"Sejumlah kekurangan, seperti lampu taman, tanaman yang layu, area bermain anak, kebersihan kamar mandi, hingga tempat sampah, terus dibenahi secara bertahap," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan pembenahan fasilitas tersebut diarahkan untuk menjadikan taman sebagai ruang publik yang nyaman dan dapat dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat.

Ia berharap keberadaan fasilitas yang semakin baik membuat orang tua lebih leluasa mengajak anak bermain di taman.

"Memang masih ada beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki. Intinya, Pemkot Surabaya ingin taman-taman ini menjadi ruang publik yang nyaman, sehingga orang tua dapat mengajak anak-anak bermain, sementara anak-anak muda bisa berkumpul dan berdiskusi bersama," tuturnya.

Selain melakukan pembenahan, dirinya mengingatkan masyarakat supaya ikut menjaga fasilitas dan kebersihan taman. Menurutnya, keberlanjutan ruang terbuka publik membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.

"Saya juga meminta tolong kepada warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan taman," katanya.

Kepala DLH Kota Surabaya M Fikser mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah taman, termasuk Taman Prestasi, Taman Apsari, dan Taman Bungkul.

"Minggu lalu kita ke tiga taman, Taman Prestasi, Taman Apsari dan Taman Bungkul. Ada banyak taman yang belum selesai karena ada pekerjaan jogging track, tapi kemudian kami cek, terima kasih buat teman-teman Satgas Taman. Itu tamannya sudah pada selesai semua," ujar Fikser.

Fikser menjelaskan secara keseluruhan pekerjaan di sejumlah taman tersebut telah rampung. Namun, beberapa fasilitas yang baru ditanam atau dipasang masih membutuhkan waktu agar dapat berfungsi secara optimal.

"Karena memang baru ditanam, jadi memang perlu proses. Tapi, secara keseluruhan sudah (selesai)," kata dia.

Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.