Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kepergian musisi senior Doddy Katamsi menyisakan duka bagi keluarga dan rekan-rekan di dunia musik. Vokalis Elpamas tersebut meninggal dunia pada Kamis (15/10/2026), setelah menjalani perawatan intensif selama 45 hari akibat komplikasi penyakit jantung dan gagal ginjal.

Baca Juga

Di balik perjuangannya melawan penyakit, Doddy ternyata masih aktif bermusik sebelum kondisinya mengharuskannya menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan, ia sempat memenuhi jadwal manggung beberapa hari sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit pada (1/9/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar tersebut disampaikan oleh adiknya, Aning Katamsi, seusai prosesi pemakaman Doddy di Pemakaman Yayasan Bina Pusara, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).

Baca Juga

"Sebelum dirawat di rumah sakit, Mas Doddy masih bermusik, masih ada manggung. Jadi habis manggung, beberapa hari kemudian dilarikan ke rumah sakit," kata Aning Katamsi kepada awak media.

Doddy mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.15 WIB di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok. Selama dirawat, kondisi kesehatannya mengalami pasang surut karena sejumlah komplikasi yang memengaruhi penanganan medis.

Baca Juga

Salah satu prosedur yang sempat dipertimbangkan untuk mengatasi masalah jantungnya adalah operasi bypass. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak dapat dilanjutkan setelah tim medis melakukan pemeriksaan dan observasi terhadap kondisi fisiknya.

Informasi mengenai pembatalan operasi itu sebelumnya disampaikan keluarga melalui akun Instagram @chikatamsi_ pada (23/9/2026).

"Rencana awalnya akan ditindak untuk bypass jantung, namun setelah pemeriksaan dan observasi panjang ternyata tubuhnya tidak support untuk di-bypass. Berbahaya saat proses dan pascaoperasi," tulis keterangan keluarga.

Operasi Bypass Tak Bisa Dilakukan, Gangguan Ginjal Jadi Tantangan

Pembatalan operasi bypass membuat penanganan penyakit jantung Doddy harus mempertimbangkan alternatif lain. Pemasangan ring atau stent sempat menjadi salah satu opsi yang dipikirkan, tetapi kondisi ginjalnya turut menjadi tantangan dalam menentukan tindakan medis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prosedur tertentu untuk menangani masalah jantung dapat melibatkan penggunaan zat kontras. Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, penggunaannya perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena ginjal yang tidak bekerja optimal dapat mengalami kesulitan membuang zat tersebut dari tubuh.

Kondisi Doddy semakin kompleks karena ia juga rutin menjalani prosedur cuci darah. Selama masa perawatan, musisi tersebut dilaporkan mengalami delirium, yakni gangguan kesadaran akut yang dapat memicu kebingungan, kesulitan mengenali lingkungan sekitar, perubahan perhatian, hingga halusinasi.

Halaman Selanjutnya

Delirium dapat terjadi ketika seseorang mengalami gangguan medis serius. Pada pasien yang menjalani perawatan intensif, kondisi ini perlu dievaluasi untuk mengetahui faktor pemicu, termasuk kemungkinan pengaruh penyakit yang mendasari maupun komplikasi selama perawatan.