DPK Bangka Barat gandeng sekolah hadirkan literasi menggembirakan - ANTARA News Bangka Belitung
Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng sejumlah sekolah untuk menghadirkan program literasi menggembirakan bagi para siswa.
"Selama ini Perpustakaan Daerah membuka ruang kolaborasi dengan sekolah, komunitas dan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif dan sesuai karakter generasi muda," kata Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Eka Octawianto di Mentok, Rabu.
Menurut dia, literasi tidak harus selalu disampaikan dengan cara formal, namun bisa dilakukan dengan pola membaca, bermain, berdiskusi, bercerita, dan melakukan eksplorasi agar anak memperoleh pengetahuan dengan menikmati proses belajar yang dilakukan.
Dengan menawarkan berbagai program yang menyenangkan diharapkan kunjungan ke perpustakaan menjadi bagian dari rutinitas anak-anak menjalani proses pembelajaran di luar ruang kelas.
"Di Perpusda Bangka Barat kita berupaya agar anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mendapatkan pengalaman literasi melalui penyampaian materi dan permainan literasi interaktif," katanya.
Metode pembelajaran literasi yang menyenangkan sangat penting untuk membangun kedekatan anak dengan perpustakaan sejak usia dini.
Dengan pola itu diharapkan anak-anak datang ke perpustakaan bukan karena menjalankan kewajiban dari sekolah atau guru, namun karena merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman menyenangkan.
"Saat anak sudah merasa perpustakaan adalah tempat menyenangkan, maka kebiasaan membaca dan belajar akan tumbuh alami," katanya.
Pola yang sudah dikembangkan Perpusda Bangka Barat selama ini, salah satunya menguatkan kerja sama dengan sejumlah sekolah dan memberikan jadwal kunjungan yang pasti.
Saat ini pihaknya juga mendukung program Sahabat Sekolah Dasar, dan untuk tahun ini SDN 23 Mentok mewakili Provinsi Babel yang menjadi 80 sekolah terbaik se-Indonesia pada Program Sahabat Sekolah Nasional.
"Prestasi ini menunjukkan adanya potensi dan praktik baik yang patut kita dukung bersama agar bisa memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Bangka Barat untuk terus mengembangkan budaya literasi," katanya.
Kepala SDN 23 Mentok Ujang Sugara mengatakan program Sahabat Sekolah Dasar merupakan program yang dirancang agar siswa mampu menjadi sahabat, penggerak dan agen perubahan di sekolah.
Sekolah diarahkan agar tidak hanya memperkuat kebiasaan positif dalam menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat dan Rukun Sama Teman, tetapi juga menjadi mitra bagi teman sebaya dalam memperkuat kemampuan literasi, membiasakan membaca sehingga budaya membaca tumbuh dan dekat dengan keseharian para siswa.
"Kehadiran program Sahabat Sekolah Dasar Bangka Barat diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan ide, kolaborasi dan aksi nyata untuk generasi Indonesia yang lebih baik. Kita berupaya agar setiap langkah kecil di sekolah dapat menjadi inspirasi besar bagi terwujudnya pendidikan dasar yang berkualitas dan berkelanjutan," katanya.
Program itu juga menjadi ruang bagi guru, sekolah, peserta didik, orang tua dan berbagai pihak untuk bersama-sama menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, inklusif, serta berorientasi pada tumbuh kembang dan karakter peserta didik.
Melalui semangat "Bergerak, Berkolaborasi, Menginspirasi", program Sahabat Sekolah Dasar menghadirkan berbagai aksi nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik, antara lain penguatan literasi dan numerasi, membiasakan hidup sehat, kegiatan olahraga bersama, kepedulian terhadap lingkungan, penguatan karakter, budaya positif dan gerakan membangun kerukunan serta kebersamaan antarsesama.
Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan, tetapi juga pada dampak dan keberlanjutan, karena setiap aksi yang dilakukan sudah dirancang untuk menumbuhkan peserta didik yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, percaya diri, peduli, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis.
"Pada program ini para guru juga didorong untuk terus belajar, berinovasi, berbagi praktik baik dan menjadi penggerak perubahan di lingkungan pendidikan," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.