DPKUKM: Kenaikan harga beras cirah di Banyumas masih bersifat sporadis
DPKUKM: Kenaikan harga beras cirah di Banyumas masih bersifat sporadis
Kamis, 27 Agustus 2026 20:28 WIB
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi. ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyebut kenaikan harga beras beras curah (tanpa kemasan) kualitas medium di sejumlah pasar setempat masih bersifat sporadis atau belum terjadi secara merata.
Kepala DPKUKM Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi di Purwokerto, Banyumas, Kamis, mengatakan berdasarkan pemantauan, kenaikan harga beras curah kualitas medium berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram dan hanya ditemukan di sejumlah pedagang.
"Memang ada kenaikan sedikit, sekitar Rp500 sampai Rp1.000 per kilogram, tetapi tidak semua pasar naik. Sifatnya sporadis," katanya menegaskan.
Ia pun mencontohkan harga beras curah kualitas medium di Pasar Wage Purwokerto dan Pasar Banyumas masih relatif stabil, sedangkan di Pasar Manis Purwokerto ditemukan kenaikan harga pada sejumlah pedagang sekitar Rp500-Rp1.000 per kilogram.
Menurut dia, kenaikan tersebut kemungkinan dipengaruhi ketersediaan stok pedagang yang mulai menipis sehingga harga jual disesuaikan.
Selain itu, kata dia, tidak menutup kemungkinan kenaikan harga beras tersebut karena petani masih menahan stok gabah hasil panen mereka sebagai persediaan untuk menghadapi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
“Kami belum bisa memastikan hal itu. Namun yang pasti, stok beras di Bulog masih aman,” katanya menegaskan.
Terkait informasi kenaikan harga beras di Pasar Sumpiuh dari sekitar Rp13.500 menjadi Rp15.000 per kilogram, dia mengatakan kenaikan tersebut belum menggambarkan kondisi harga beras secara keseluruhan di Banyumas.
Ia memastikan ketersediaan beras di pasar masih aman karena pasokan dari Perum Bulog berjalan lancar, termasuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun beras premium Bulog.
"Kalau ketersediaan di pasar dari Bulog cukup. SPHP lancar, kemudian beras kemasan premium Bulog juga tersedia dan dipasok ke pasar dengan lancar," ujarnya.
Ia menjelaskan beras premium kemasan pabrikan yang biasa dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14.900 per kilogram atau Rp74.500 per kantong isi 5 kilogram masih tersedia di sejumlah toko modern, meskipun tidak semua toko modern maupun pasar tradisional menyediakan jenis beras tersebut.
Menurut dia, pedagang pasar cenderung lebih banyak menyediakan beras curah kualitas medium karena permintaan konsumen terhadap jenis beras tersebut lebih tinggi.
"Kalau di pasar kenapa tidak tersedia, karena pilihan pembeli lebih banyak ke beras curah medium. Pedagang tentu menyimpan barang yang banyak pembelinya," katanya.
Terkait dengan harga komoditas pertanian lainnya termasuk sayuran, dia mengatakan berdasarkan pantauan masih relatif stabil meskipun Banyumas telah memasuki musim kemarau.
"Untuk sayur dan komoditas lainnya dari pantauan pasar masih aman," katanya.
Gatot mengatakan pemerintah tetap memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan untuk mengantisipasi dampak kemarau serta potensi El Nino terhadap pasokan hasil pertanian.
Baca juga: Polresta Banyumas ungkap dugaan penggelapan uang ATM oleh dua karyawan
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.