Bandung, Jawa Barat (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal menembus dan masuk ke dalam rantai pasok industri manufaktur serta penanaman modal berskala besar.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik saat dikonfirmasi di Bandung, Senin, mengatakan pelaku UMKM bisa melakukannya melalui optimalisasi platform digital Sistem Informasi Kemitraan Investasi (Si Kertas).

"Inovasi ini dirancang sebagai simpul temu digital yang menghubungkan secara langsung ketersediaan produk/jasa UMKM dengan kebutuhan pengadaan korporasi penerima fasilitas investasi di wilayah Jawa Barat," kata Dedi.

Melalui platform Si KerTas, lanjut dia, para pelaku usaha lokal dapat melengkapi legalitas perizinan, mengunggah portofolio produk, mencari mitra potensial, hingga mengajukan proposal kerja sama bisnis secara transparan.

"Sebaliknya, perusahaan skala besar dapat mempublikasikan daftar kebutuhan rantai pasok (supply chain) yang dapat dipenuhi oleh vendor UMKM di daerah," ujarnya.

Langkah penguatan kemitraan investasi inklusif ini, selaras dengan arah kebijakan strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM guna memastikan limpahan nilai tambah penanaman modal tidak hanya dinikmati oleh peminjam modal besar.

"Melainkan berputar secara merata ke sektor ekonomi kerakyatan," ucapnya.

Guna meraih peluang kerja sama dalam platform Si Kertas tersebut, DPMPTSP Jabar mengimbau para pelaku UMKM untuk meningkatkan pemenuhan standar legalitas usaha, menjaga kelangsungan kapasitas produksi, serta memperkuat mutu produk agar sesuai dengan kualifikasi dan standar industri nasional maupun global.

Melalui integrasi teknologi digital Si KerTas, tambah dia, Pemprov Jabar berkomitmen mentransformasi iklim investasi daerah agar tidak sekadar berfokus pada capaian realisasi nilai modal masuk.

"Melainkan juga memberikan multiplier effect yang nyata bagi kemandirian dan daya saing pengusaha lokal," tuturnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM (SIDT-UMKM) Kementerian UMKM, jumlah UMKM di Provinsi Jawa Barat mencapai 5,4 juta unit, menjadikannya yang terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan komposisinya, UMKM di Jawa Barat terdiri dari usaha mikro sekitar 85,02 persen, usaha kecil sekitar 13,60 persen dan usaha menengah/besar sekitar 1,38 persen.

Wilayah dengan konsentrasi atau jumlah UMKM terbanyak berada di kawasan penyangga ibu kota dan pusat pertumbuhan ekonomi, seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Sukabumi. Sektor usaha yang paling banyak digeluti adalah bidang makanan dan kuliner.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.