Pemkab Garut membangun tempat jualan untuk korban kebakaran Pasar Andir - ANTARA News Jawa Barat
Garut, Jawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai membangun infrastruktur sementara untuk tempat berjualan pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, agar secepatnya bisa berdagang untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
"Tanggap darurat untuk pembersihan dan evakuasi, sekarang pemda melanjutkan, masih dalam kurun waktu 14 hari berjalan ini sekarang pemasangan penutup atap dengan konstruksi baja ringan dan spandeks," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Ridwan Effendi di Garut, Jabar, Senin.
Ia menuturkan kebakaran Pasar Andir yang terjadi, Rabu (7/10/2026) telah menghanguskan 382 tempat berjualan berikut barang dagangannya ludes.
Pemkab Garut menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mempercepat penanganan pascakebakaran agar pedagang bisa kembali berjualan.
Ia menyampaikan saat ini pedagang sudah mulai berjualan yang terpaksa dilakukan di lokasi kebakaran sesuai permintaan pedagang sehingga diberlakukan aturan batasan waktu berjualan dengan proses pengerjaan tempat berjualan.
"Kita mengatur saja, mengatur jadwal pedagang. Jadi, mereka pedagang dari pukul 05.00 pagi sampai pukul 10.00 setelah itu dilanjutkan pekerjaan pemasangan atap," katanya.
Salah seorang pedagang korban kebakaran pasar, Sansan mengatakan, sebelumnya pedagang berjualan dua hari di lahan terminal, kemudian memilih untuk kembali berjualan di lokasi bekas kebakaran.
Ia berharap pemerintah dapat segera kembali membangun Pasar Andir yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli, termasuk nanti ditata akses jalan menuju kawasan pasar.
"Sangat berharap segera diperbaiki lagi," katanya.
Sebelumnya, kebakaran hebat menghanguskan sebagian besar tempat pasar tradisional tersebut, beruntung kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa, pedagang hanya mengalami kerugian materi seperti barang dagangannya habis terbakar.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.