DPRD DKI dan KNPS dorong anak Huntara Senen tak putus sekolah
Jakarta (ANTARA) - DPRD DKI Jakarta dan Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia mendorong anak-anak di Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta Pusat mendapatkan akses pendidikan dan tidak putus sekolah melalui Taman Bermain dan Belajar "Garuda Huntara".
"Mudah-mudahan tempat ini bisa kita manfaatkan dan bermanfaat bagi anak-anak di Huntara," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani dalam peresmian Taman Belajar dan Bermain "Garuda Huntara" di Huntara Senen, Jakarta, Sabtu.
Rani mengatakan keberadaan Taman Belajar Garuda Huntara diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengakomodasi aktivitas pendidikan anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut.
Terlebih, penyelenggaraan pendidikan formal seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Huntara masih memerlukan proses dan payung hukum karena kawasan tersebut belum memiliki struktur RT/RW.
"Karena kalau kita mau bangun PAUD pun pasti ada payung hukumnya, ada prosesnya, nggak bisa langsung kita bangun karena Huntara sendiri belum ada RT/RW-nya," ucapnya.
Kemudian, keberadaan taman belajar tersebut juga membuka peluang bagi relawan untuk memberikan ilmu dan pelajaran kepada anak-anak di Huntara.
Baca juga: WIKA Mulai Pembangunan Hunian Layak di Kawasan Senen, Jakarta Pusat
"Kami terbuka kerja sama secara fleksibel. Mudah-mudahan wadah ini bisa menjadi cikal bakal bahwa anak Indonesia, siapa pun latar belakangnya, punya hak mendapatkan pendidikan dan tidak boleh ada yang putus sekolah," ucapnya.
Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi untuk membantu anak-anak di Huntara yang masih putus sekolah agar dapat kembali memperoleh pendidikan.
Sementara itu, Ketua Umum KNPS Indonesia David mengatakan pihaknya melihat adanya kebutuhan pendidikan bagi anak-anak setelah pemerintah membangun Huntara untuk warga yang sebelumnya tinggal di kawasan pinggir rel Senen.
"Sebagai organisasi yang selalu menyukseskan program Bapak Presiden, kami melihat ketika Bapak Presiden membangunkan Huntara ini dari Senen (pinggir rel kereta) ke sini, ada kekosongan yaitu pendidikan. Dari situlah KNPS berperan aktif mengisi kekosongan itu," kata David.
KNPS akan menjadwalkan kegiatan pendidikan di Huntara, termasuk menghadirkan pendongeng dan guru mengaji sebulan sekali serta kegiatan PAUD dua kali dalam sepekan.
"Insya Allah berkat arahan Bu Rani, kita sebulan sekali akan kirimkan pendongeng, guru ngaji, dan PAUD-nya seminggu dua kali kita jadwalkan. Kalau bisa tiga kali kita jadwalkan, kita akan bentuk relawan-relawan untuk mengajar," ujarnya.
Selain pendidikan, KNPS juga akan memberikan edukasi kepada ibu hamil mengenai pencegahan stunting dan pemenuhan gizi.
Huntara Senen menampung 69 kepala keluarga (KK) dengan hunian sebanyak 324 unit.
Baca juga: DKI Jakarta pastikan anak putus sekolah kembali mengenyam pendidikan
Baca juga: Sekolah Rakyat penting untuk cegah anak putus sekolah
Baca juga: DPRD DKI: Sekolah swasta gratis jadi kunci cegah putus sekolah
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.