DPRD Jabar dorong burung ekek keling Sunda jadi maskot daerah - ANTARA News Megapolitan
Kota Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan mendorong burung Ekek Keling Sunda atau ekek keling Jawa (Cissa thalassina) dijadikan ikon atau maskot daerah sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan satwa endemik yang kini terancam langka.
Tedy mengatakan pengenalan ekek keling Sunda sebagai ikon dapat membantu masyarakat mengingat keberadaan burung tersebut sekaligus meningkatkan perhatian terhadap upaya pelestariannya.
“Agar orang punya ingatan terhadap burung yang sudah langka ini, yang harus tadi dijadikan ikon. Mungkin ikon daerah tertentu,” kata Tedy kepada ANTAR di Bandung, Sabtu.
“Kalau Jawa Barat sudah punya ikonnya, Bogor misalkan. Jadi lebih mendaerah karena itu yang spesifik di situ, di Pangrango,” ujarnya.
Selain pengenalan sebagai ikon daerah, Tedy meminta pemerintah provinsi meningkatkan perlindungan terhadap habitat ekek keling Sunda dari berbagai aktivitas yang dapat mengganggu keberadaan satwa tersebut, termasuk kegiatan komersial dan perburuan.
Menurut dia, upaya pelestarian perlu dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, aktivis lingkungan, hingga lembaga konservasi dan kebun binatang yang ada di Jawa Barat.
“Pemerintah provinsi tentu harus tergerak untuk berupaya memberikan perlindungan, terutama dari aktivitas-aktivitas komersial yang mengganggu keberadaan ekek,” katanya.
“Kenapa tidak untuk dikembangbiakkan secara masif untuk bekerja sama dengan kebun binatang yang ada di Jawa Barat. Jadi Dinas Kehutanan, aktivis lingkungan, WALHI, sehingga ini menemukan pengembangbiakan atau penangkaran untuk menjaga jumlah daripada ekek-ekek yang langka ini,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Divisi Pendidikan WALHI Jabar M. Jefry Rohman mengatakan pengenalan burung endemik Jawa Barat tersebut sebagai ikon daerah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga habitat dan kelestarian satwa.
“Ini tentu bisa lebih luas berdampak pada situasi dan kondisi lingkungan, termasuk keberadaan hewan ini,” kata Jefry.
Jefry mengingatkan ekek keling Sunda berada dalam potensi kepunahan akibat kerusakan habitat dan perburuan ilegal. Keberadaan burung tersebut masih terpantau di sejumlah kawasan hutan, tetapi jumlahnya diperkirakan sangat terbatas.
“Kalau di Jawa Barat itu terpantau masih ada beberapa. Hanya sulit kalau kita menjelajah atau observasi, misalnya di Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Masih terkadang kita bisa melihat, cuma karena jumlahnya terbatas maka interaksinya susah,” ujarnya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.