DPRD Kulon Progo apresiasi keiklasan warga siapkan lahan untuk RS

Senin, 14 September 2026 18:59 WIB

Image Print

Rumah Sakit Umum Daerah Wates, Kulon Progo. ANTARA/HO-gudeg.net

Kulon Progo (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono mengapresiasi keikhlasan puluhan warga Dekso, Kapanewon Kalibawang, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare untuk pembangunan rumah sakit internasional atau rumah sakit tipe A.

"Ini luar biasa dan harus diapresiasi Pemerintah Pusat. Lebih dari 60 warga telah mengumpulkan sertifikat kepemilikan lahan disertai surat dukungan ahli waris untuk pembangunan rumah sakit," kata Yok Mulyono setelah menerima penyerahan dokumen dari warga di Kulon Progo, Senin.

Ia menjelaskan bahwa lahan seluas 3,5 hektare tersebut berada dalam satu kawasan terpadu (ngemblok) di pinggir jalan utama Sleman–Purworejo, sehingga dinilai sangat strategis.

Saat ini, seluruh dokumen kepemilikan, surat kerelaan pemilik dan ahli waris, serta peta kawasan telah dipegang oleh DPRD Kulon Progo untuk segera ditindaklanjuti.

"Dokumen ini perlu segera disampaikan kepada Pemerintah Pusat maupun investor, siapa yang lebih dahulu bersedia membangun rumah sakit internasional atau rumah sakit paripurna di wilayah tersebut," katanya.

Yok Mulyono menegaskan warga menginginkan fasilitas kesehatan berstatus kelas A atau paripurna, bukan tipe C atau D. Hal ini didasari kebutuhan mendesak bagi lebih dari 200 ribu warga di lima kapanewon, yakni Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap, dan Nanggulan, yang selama ini mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan darurat.

Dengan hadirnya rumah sakit tipe A, warga setempat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Selain itu, fasilitas tersebut juga akan memberi manfaat bagi masyarakat di daerah tetangga, seperti Kabupaten Purworejo, Magelang, dan Sleman.

Ia menambahkan gagasan pembangunan rumah sakit ini sebenarnya sudah bergulir sejak tiga tahun lalu. Namun, konsolidasi warga baru benar-benar solid saat ini setelah dokumen resmi berhasil dihimpun.

Dalam prosesnya, warga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, seperti PP Muhammadiyah, PBNU, hingga Pengasuh Pondok Pesantren API Magelang K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Sementara itu, Koordinator Warga, Suprapto Maken menyampaikan penyerahan dokumen ini merupakan bukti keseriusan masyarakat dalam meyakinkan pemerintah pusat dan calon investor.

"Kami berharap Presiden Prabowo Subianto maupun Gus Yusuf dapat merealisasikan harapan warga. Selain rumah sakit, kami juga berharap berdiri kampus kesehatan agar anak-anak di wilayah ini bisa menempuh pendidikan kedokteran hingga keperawatan tanpa harus ke luar kota," kata Suprapto.

Rencananya, perwakilan warga didampingi pimpinan DPRD Kulon Progo dan tokoh masyarakat akan menemui Gus Yusuf dalam pekan ini untuk memohon kesediaan memfasilitasi pembangunan rumah sakit paripurna di Dekso.

Pewarta : STR
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026