Bandung (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat aspek distribusi dalam menyikapi harga MinyaKita yang di lapangan dijual seharga Rp21.000 hingga Rp22.000, atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024, HET MinyaKita adalah sebesar Rp15.700 per liter.

"Kita akan dorong terus eh distribusinya. Karena kendalanya kan di situ juga kadang-kadang distribusinya belum lancar. Nanti kita akan pantau terus, khususnya di wilayah-wilayah yang masih di atas HET, termasuk Indonesia Timur," kata Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri di sela kunjungan ke Pabrik Sepatu Fortuna Bandung, Senin.

Dyah menjelaskan minyak goreng MinyaKita, adalah salah satu komoditas yang terus dilakukan pemantauan oleh kementerian untuk menjamin ketersediaan dan harganya.

"Kemarin saya sempat ke Solo, Alhamdulillah di tempat yang saya kunjungi masih kisaran Rp15.700. Nah untuk daerah-daerah lainnya yang ternyata terbukti di atas HET kami pantau dan pastikan distribusinya," kata dia.

Selain pada komoditas minyak goreng MinyaKita, penguatan distribusi komoditas telur juga menjadi perhatian, ujar Dyah. Harga telur ayam juga mengalami kenaikan signifikan beberapa waktu terakhir.

Hingga pertengahan September 2026 ini, di Bandung, rata-rata harga eceran telur di pasar tradisional berkisar di angka Rp28.500-Rp30.300 per kilogram, angka itu mengalami kenaikan dibandingkan Bulan Agustus 2026 yang rata-rata berada di kisaran Rp25.000.

"Kita selalu memonitor. Selain itu kami berkolaborasi bersama Bapanas turun bareng ke lapangan untuk memantau distribusi. Kami catat daerah-daerah mana yang terganggu, dan kita segera tindaklanjuti," ujar dia.

Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga belakangan ini, Dyah mengatakan kementerian tidak akan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga.

"Tahun ini kita belum ada rencana untuk operasi pasar," katanya.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.