DRPPS UMS jembatani solusi industri lewat program Hackathon Kesehatan, libatkan tiga mitra strategis
DRPPS UMS jembatani solusi industri lewat program Hackathon Kesehatan, libatkan tiga mitra strategis
Rabu, 30 September 2026 16:49 WIB
Tim Taskforce berdiskusi dengan tiga mitra untuk menguraikan permasalahan. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) mengadakan pertemuan strategis dalam rangka pengenalan program Hackathon sekaligus mendiskusikan masalah prioritas yang dihadapi oleh para mitra industri.
Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Rapat DRPPS UMS, Solo, Jawa Tengah, Rabu tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting penggerak program, di antaranya Prof. Dr. Suranto, M.M., S.T. selaku Ketua Tim Taskforce, Prof. Dr. Muhtadi, S.Pd., M.Si., selaku Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi, serta Agus Triyono, M.Si selaku Kasubdit Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari tiap-tiap mitra strategis, yakni RS AR Fachruddin UMS, CV Arbain, dan PT LKPI.
Acara yang dipandu langsung oleh Agus Triyono ini diawali dengan pemaparan menyeluruh mengenai konsep kegiatan Hackathon.
Berbeda dengan kompetisi bisnis biasa, UMS Health Innovation Hackathon 2026 yang mengusung tema kesehatan ini bertujuan khusus untuk menjembatani dan memecahkan masalah nyata di pihak mitra industri atau bisnis. Pemecahan masalah ini nantinya akan dilakukan melalui kolaborasi solusi dari tim lintas keahlian yang terdiri dari programmer, akademisi, hingga tim peneliti.
Setelah pemaparan konsep dasar, acara dilanjutkan dengan sesi dengar pendapat, di mana masing-masing perwakilan mitra memaparkan permasalahan prioritas dan kebutuhan yang sedang mereka hadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan otomatisasi AI, sistem CRM, penyempurnaan formulasi bahan, hingga sistem pelayanan pasien.
Menanggapi antusiasme kolaborasi ini, Ketua Tim Taskforce Hackathon UMS, Suranto, menyampaikan visi besar dari program ini.
“Program Hackathon UMS ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan teknologi, melainkan sebuah jembatan nyata yang mempertemukan kepakaran dunia akademisi dan programmer dengan realitas masalah di industri. Kami menargetkan, melalui tema kesehatan ini, akan lahir inovasi dan solusi aplikatif yang mampu mendongkrak produktivitas serta menyelesaikan permasalahan spesifik dari para mitra kami,” tegas Suranto.
Sejalan dengan hal tersebut, Muhtadi menyoroti pentingnya keberlanjutan kolaborasi ini ke tahap hilirisasi.
“Kehadiran ketiga mitra strategis pada hari ini sejatinya menjadi fondasi bagi terbentuknya tiga jejaring kerja sama yang kuat. Ke depannya, untuk memastikan hasil Hackathon ini tersalurkan dengan baik, kita akan membentuk tim marketing khusus. Tujuannya agar solusi yang diciptakan inovator tidak hanya berhenti pada prototipe, tetapi bisa terhilirisasi secara komersial dan memberikan dampak luas,” ungkap Muhtadi.
Kegiatan pertemuan dengan mitra ini merupakan langkah awal yang sangat krusial dari keseluruhan rangkaian kegiatan Hackathon UMS. Sebagai informasi, program Hackathon ini merupakan wujud nyata dari implementasi hibah yang didapatkan dari pemerintah melalui Kemdiktisaintek.
Usai pertemuan dengan mitra, kegiatan berlanjut dengan rapat bersama Tim Taskforce dan Tim Pelaksana. Diskusi tersebut membahas terkait dengan strategi sekaligus tata laksana penyelenggaraan UMS Health Innovation Hackathon 2026.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.