Senin, 20 Juli 2026, 15:40 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Adi Prayitno menilai banyak pihak meragukan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berani mengusung putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, melalui PSI atau partai politik lain untuk melawan Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029.

Keraguan itu muncul karena hubungan Jokowi dan Prabowo saat ini dinilai harmonis.

"Banyak pihak yang menduga rasa-rasanya agak sulit untuk dibayangkan bahwa misalnya Pak Jokowi akan memajukan Gibran melalui PSI ataupun partai politik yang lain. Kan itu yang dibayangkan oleh publik mengingat ya hubungan kedua tokoh ini kan baik-baik saja," ungkap Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (20/7). 

Adi menambahkan, sikap politik Jokowi, PSI, dan relawan masih menjadi teka-teki jika Gibran tidak kembali menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

"Apakah akan terus bersama dengan Prabowo lillahi ta'ala tanpa harus calon wakil presiden Gibran di situ, ataukah akan membentuk poros politik sendiri? Itulah yang kemudian menjadi teka-teki yang per hari ini sepertinya belum ada terang yang bisa disimpulkan" tandasnya.

Baca Juga: Hanya PDIP yang Punya Nyali Tantang Prabowo di 2029

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode. Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).

"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya