Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Kamerun merangkap Afrika Tengah Agung Cahaya Sumirat menyerahkan surat-surat kepercayaan (credentials) kepada Presiden Afrika Tengah Faustin Archange Touadéra.

Penyerahan credentials tersebut dilakukan di Istana Kepresidenan Bangui pada 17 Juli 2026 dan menandai dimulainya masa tugas Dubes Agung di Afrika Tengah, demikian keterangan tertulis KBRI Yaoundé, Rabu.

Setelah menerima credentials Dubes Agung, Presiden Touadéra menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan pembangunan Indonesia serta harapan agar hubungan dan kerja sama bilateral kedua negara terus diperkuat.

Presiden Touadéra juga menegaskan keinginan Afrika Tengah untuk membuka kemitraan seluas-luasnya dengan berbagai negara guna mendukung pembangunan nasional.

Sementara itu, Dubes Agung menyampaikan salam hangat dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Presiden Touadéra serta menyinggung semangat Konferensi Asia-Afrika sebagai fondasi solidaritas dan kerja sama Indonesia-Afrika.

Dubes Agung juga menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Afrika Tengah melalui kontribusi Kompi Zeni TNI dan Unit Polisi Polri yang tergabung dalam MINUSCA, misi pemeliharaan perdamaian PBB di Afrika Tengah.

Dalam kunjungan kerja ke Bangui, Dubes Agung juga bertemu dengan Deputy Special Representative of the Secretary-General (DSRSG) MINUSCA, Mohamed Ag Ayoya.

Deputi Ayoya mengapresiasi kontribusi lebih dari 300 kontingen Indonesia di MINUSCA yang dinilainya profesional dan punya peran penting dalam mendukung perdamaian, stabilitas, serta keamanan masyarakat di Afrika Tengah.

Dubes Agung kemudian mengunjungi kamp kontingen Kompi Zeni TNI dan Unit Polisi Indonesia di MINUSCA. Kunjungan tersebut disambut dengan upacara kehormatan militer dan tari tradisional kuda lumping.

Komandan Kompi Zeni TNI Letkol Czi Septian Hermawan Saputra dan Komandan Unit Polisi Indonesia Kombes Pol Norhayat memaparkan tugas dan capaian kontingen Indonesia dan menunjukkan berbagai kendaraan, persenjataan, peralatan, dan perlengkapan yang digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Keduanya juga berkomitmen untuk terus menjalankan mandat MINUSCA dan mengharumkan nama Indonesia.

"Saya sangat senang karena para kontingen Indonesia aktif dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat lokal melalui berbagai kegiatan di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur," ujar Dubes Agung.

Duta Besar RI untuk Kamerun merangkap Afrika Tengah Agung Cahaya Sumirat (kiri) mengunjungi kamp kontingen Kompi Zeni TNI dan Unit Polisi Indonesia di MINUSCA, pada Kamis (16/7/2026). (ANTARA/HO-Unit Polisi Indonesia di MINUSCA)

Hal ini dinilainya adalah keberhasilan kontingen Indonesia dalam membangun winning hearts and minds masyarakat setempat.

Afrika Tengah merupakan negara di jantung Afrika dengan penduduk sekitar 5,5 juta jiwa dan kaya akan sumber daya alam emas dan berlian.

Negara ini didera perang saudara sejak 2013. Karena itu, MINUSCA dibentuk melalui resolusi Dewan Keamanan PBB 2149 (2014) dengan mandat untuk melindungi masyarakat sipil, menjaga proses perdamaian, serta mendukung pemerintah Afrika Tengah dalam menjalankan fungsi negara.

Baca juga: Kemlu memastikan tangani PMI di Libya minta pulang ke tanah air

Selain kontingen Indonesia di MINUSCA, tercatat pula tujuh orang pekerja migran Indonesia yang bekerja di sektor jasa perhotelan dan pertambangan di Afrika Tengah.

Indonesia dan Afrika Tengah menjalin hubungan diplomatik sejak 2016. Tahun ini menjadi momentum penting yang menandai satu dekade hubungan bilateral kedua negara.

Pewarta : Yashinta Difa
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026