Dukung gerakan ekoteologi, UIN Walisongo hadirkan pakar India bahas ancaman mikroplastik

Rabu, 5 Agustus 2026 14:13 WIB

Image Print

Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menggelar International Guest Lecture pada Senin (3/8/2026) di Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. (ANTARA/HO-UIN Walisongo Semarang)

Semarang (ANTARA) - Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menggelar International Guest Lecture pada Senin (3/8/2026) di Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menghadirkan pakar pengelolaan sampah dan lingkungan asal India, Prof. Sadhan Kumar Ghosh dari International Society of Waste Management, Air, and Water (ISWMAW), untuk membahas isu pencemaran mikroplastik dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. H. Musahadi, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan paradigma dan kesadaran moral masyarakat. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendidikan.

Menurut Prof. Musahadi, penyelenggaraan International Guest Lecture dan Focus Group Discussion (FGD) ini merupakan wujud komitmen UIN Walisongo dalam mendukung Gerakan Ekoteologi yang diinisiasi Menteri Agama Republik Indonesia. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai pelestarian lingkungan disebarluaskan kepada para pendidik dan mahasiswa untuk membangun pola pikir bahwa pengelolaan sampah merupakan investasi bagi masa depan bumi sekaligus mendukung terwujudnya circular economy yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa UIN Walisongo, serta guru MI, SD, SMP, dan MTs di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Peserta memperoleh wawasan mengenai sumber, dampak, dan strategi pengurangan mikroplastik yang telah diterapkan di berbagai negara.

Dalam paparannya, Prof. Sadhan Kumar Ghosh menjelaskan bahwa mikroplastik telah mencemari berbagai ekosistem, mulai dari tanah, sungai, laut, hingga rantai makanan manusia. Menurutnya, persoalan tersebut hanya dapat diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia pendidikan, industri, dan masyarakat dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Melalui kegiatan ini, Prodi Teknik Lingkungan FST UIN Walisongo menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berwawasan global, memperkuat jejaring internasional, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang lingkungan.

Pewarta: KSM/Teguh
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.