Erupsi GAK, kurangi aktivitas luar ruangan minimalkan dampak abu

Minggu, 6 September 2026 19:31 WIB

Image Print

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama sejumlah pihak terkait dalam pemantauan situasi terkini erupsi Gunung Anak Krakatau. Bandarlampung, Minggu (6/9/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta masyarakat yang ada di wilayahnya untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan guna mengurangi atau meminimalkan dampak abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dari BPBD Lampung, Pusdalop serta pihak berwenang lainnya," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Minggu.

Ia mengatakan dengan masih adanya sebaran abu vulkanik atas erupsi Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, guna mengurangi paparan abu vulkanik.

"Kami perkirakan abu vulkanik ini masih akan berdampak ke depan, karena masih ada angin ke arah Barat Daya Laut," katanya.

Dia menjelaskan untuk masyarakat yang masih harus melakukan aktivitas di luar ruangan, disarankan untuk menggunakan masker atau pelindung pernapasan.

"Selain itu masyarakat juga harus menutup pintu, jendela, ventilasi atau celah-celah tempat masuk udara ke dalam rumah, supaya abu tidak masuk ke rumah," ucap dia.

Ia melanjutkan bila ada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan atau keluhan akibat paparan abu vulkanik Anak Gunung Krakatau agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Kami sudah meminta Pusdalop, BPBD dan pihak terkait untuk melakukan pembaharuan data berkala setiap dua jam terkait keadaan terkini Gunung Anak Krakatau supaya langkah mitigasi serta antisipasi dampaknya bisa dilakukan," tambahnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Lampung: Kurangi aktivitas luar ruangan minimalkan dampak abu

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.