Pemkab Malinau nilai positif TJSL perusahaan dengan tebar benih ikan

Minggu, 6 September 2026 19:54 WIB

Image Print

Sekda Malinau Ernes Silvanus saat menebar benih ikan Patin dari TJSL perusahaan di Sungai Sesayap, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/HO-Diskominfo Malinau)

Malinau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menilai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan penebaran benih ikan oleh salah satu perusahaan di Kabupaten Malinau sangat positif dan diharapkan diikuti perusahaan lainnya.

Pemkab Malinau melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau Ernes Silvanus menyampaikan apresiasi atas penebaran benih ikan Patin sebanyak 20.000 di Perairan Sungai Sesayap oleh PT Damai Bangun Jaya.

“Pemkab Malinau mengapresiasi langkah PT Damai Bangun Jaya yang melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility) melalui penebaran 20.000 benih ikan Patin di perairan Sungai Sesayap, Kamis kemarin (3/9),” ujar Ernes Silvanus di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu.

Menurutnya, kegiatan restocking ikan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus meningkatkan populasi ikan di wilayah Kabupaten Malinau. Karena itu, lanjutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk CSR yang positif dan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan serta masyarakat.

“Atas nama pemerintah daerah, kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada PT Damai Bangun Jaya yang sudah melakukan kegiatan CSR dengan menebarkan benih patin sebanyak 20.000 ekor,” ucapnya.

TJSL dengan penebaran benih ikan ini, kata Ernes, merupakan hal yang baru di Malinau. Dia menegaskan, kegiatan restocking tidak hanya bertujuan menambah populasi ikan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta mencegah terjadinya penangkapan ikan secara berlebihan atau dengan cara yang tidak tepat.

Untuk itu dia berharap masyarakat, khususnya nelayan, kepala desa dan perangkat wilayah, turut menjaga lingkungan perairan agar ikan yang telah ditebar dapat berkembang dengan baik.

“Kalau ada ikan yang masih kecil, kita jaga dan biarkan dulu sampai besar dan mencapai ukuran yang layak untuk dikonsumsi,” pesannya.

Jika upaya menjaga ekosistem perairan dilakukan secara bersama-sama, dia yakin kondisi perairan Malinau akan semakin baik dan produktif. Pada akhirnya, kata dia, hal tersebut juga dapat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

“Saya berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di Kabupaten Malinau untuk turut berkontribusi melalui program CSR,” harapnya.

Ia juga mendorong dinas terkait untuk membangun komunikasi dengan perusahaan lainnya sehingga dukungan CSR dapat dikembangkan tidak hanya di bidang perikanan, tetapi juga pertanian, perkebunan, hortikultura hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Yang penting bagaimana CSR ini bisa membantu nelayan, petani, pekebun dan masyarakat kita, termasuk pelaku UMKM. Silakan perusahaan memilih bidang yang sesuai dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga: PLN UIP KLT Raih Penghargaan Platinum Alignment Anugerah CEPI CSR UMKM & Koperasi 2026
Baca juga: Manfaat TJSL Perusahaan Diharapkan Sentuh Hingga Perbatasan Kaltara

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.