Jakarta, CNN Indonesia --

Fariba Hashimi kini berdiri di podium Asian Games 2026 dengan medali perak cabang olahraga sepeda nomor balap jalan raya.

Sebelum menjadi pesepeda profesional Afghanistan, dara 23 tahun itu sampai harus menyamar sebagai laki-laki supaya mendapat restu berlatih di negara asalnya.

Kisah Fariba kembali menjadi sorotan setelah meraih medali perak di belakang pesepeda China, Guo Li dalam perlombaan yang berlangsung di Shinshiro, Jepang, Selasa (22/9). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • Klasemen Asian Games usai Indonesia Raih Emas: Salip 3 Negara ASEAN
  • Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup
  • Hasil Asian Games: Feri Raih Perunggu Cross Country, Medali Ke-22

Saat masih remaja, Fariba mulai bersepeda bersama kakaknya, Yulduz Hashimi. Namun, aktivitas tersebut bukan sesuatu yang mudah dilakukan perempuan di wilayah asal mereka, Faryab.

Fariba mengaku selalu mengenakan pakaian seperti laki-laki dan menyembunyikan wajah agar tidak dikenali. Ia juga pernah menjadi sasaran lemparan batu ketika ada yang mengetahui identitasnya.

"Setiap saya pergi latihan, saya selalu berpakaian seperti laki-laki. Terkadang ketika mereka mengenali saya, mereka mencoba melempar batu atau memukul saya," ujar Fariba dikutip dari ABC News. 

Fariba kemudian meninggalkan Afghanistan pada 2021 setelah Taliban kembali berkuasa. Ia pindah ke Italia dan melanjutkan karier bersepeda dengan bantuan mantan juara dunia Alessandra Cappellotto.

Ia menyebut pencapaiannya di Asian Games 2026 itu sebagai sesuatu yang spesial dan berharap keberhasilannya dapat memberi inspirasi kepada perempuan Afghanistan lainnya.

Pencapaian Fariba itu dianggap sebagai sesuatu yang spesial dan berharap keberhasilannya dapat memberi inspirasi. Medali perak itu akhirnya menjadi bagian dari perjalanan panjangnya. 

[Gambas:Video CNN]

(nam/abs/ptr)