Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat mengajukan 5.167 unit pemasangan dan perbaikan penerangan jalan di 17 ruas jalan kabupaten untuk menunjang aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat yang nyaman dan aman pada malam hari.

"Jumlah seluruhnya 5.167 untuk di 17 ruas jalan yang pembiayaannya nanti diusulkan dulu ke Kementerian Keuangan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, pengajuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan alat penerangan jalan (APJ) di Garut yang diinisiasi Public-Private Partnership atau Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Skema itu, kata dia, menjadi salah satu alternatif pembiayaan untuk mengatasi keterbatasan fiskal daerah sekaligus mempercepat pelayanan publik di bidang infrastruktur penerangan jalan.

"Usulannya berdasarkan usulan dari kabupaten, nanti dibiayai oleh Kementerian Keuangan," katanya.

Ia menyebutkan, 5.167 unit penerangan jalan itu terdiri dari sebanyak 3.000 untuk pemasangan baru, kemudian 2.167 unit untuk perbaikan seperti penggantian lampu ke LED, penggantian jaringan kabel, dan lainnya agar kembali berfungsi.

Ia berharap, usulan penerangan jalan untuk wilayah Garut mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri, dan juga Kementerian Keuangan yang tentunya akan dikaji terlebih dahulu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah untuk mencicilnya.

Menurut dia, program pembiayaan itu cukup membantu untuk mempercepat pengadaan alat penerangan jalan di tengah kondisi keterbatasan anggaran daerah.

"Kalau dipasang sama kita (anggarannya) misalkan kemampuan pemda cuma 100 unit setahun, berarti 30 tahun bisa selesainya, sekarang dipasang 3.000 unit, setahun beres," katanya.

Ia menambahkan, saat ini penerangan jalan umum untuk jalan kabupaten baru terpasang sebanyak 4.000 unit, sedangkan kebutuhan ideal untuk penerangan jalan sebanyak 21 ribu unit.

"Kebutuhan jalan kabupaten banyak, masih sekitar 21 ribu untuk kebutuhan jalan kabupaten," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.