Gerak Jalan Tajemtra Jember Diikuti 25 Ribu, Pecah Rekor
Jakarta, CNN Indonesia --
Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (TAJEMTRA) 2026 diikuti oleh 26 ribu peserta tahun ini, Sabtu (5/9). Jumlah ini memecahkan rekor tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Jember Regar Jeane mengatakan tahun 2024 acara ini diikuti 15.155 peserta dan pada 2025 diikuti 15.171 peserta.
Acara digelar di Alun-alun Jember dimulai pukul 13.00 WIB. Peserta akan menempuh lintasan sekitar 30 kilometer, menyusuri jalur Tanggul menuju pusat Kota Jember.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regar mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan TAJEMTRA bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi telah menjadi bagian dari tradisi, identitas, dan kebanggaan.
"Pesan Gus Bupati, tradisi Jember harus kita buat semakin besar dan semakin berdampak. Besar bukan hanya dari jumlah pesertanya, tetapi juga bagaimana TAJEMTRA mampu menggerakkan masyarakat, memperkuat kebersamaan, mengangkat kreativitas, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," kata Regar dalam keterangan tertulis.
Regar mengatakan tingginya jumlah peserta yang disertai kehadiran keluarga, pendukung, dan masyarakat di sepanjang rute mampu menciptakan efek bagi perekonomian. Pelaku UMKM, pedagang makanan dan minuman, pelaku jasa, hingga berbagai usaha masyarakat di sepanjang jalur kegiatan diharapkan bisa mendapat pengaruh positif.
"Kita ingin TAJEMTRA benar-benar menjadi pesta rakyat. Diramaikan oleh rakyat, dinikmati oleh rakyat, dan dampak ekonominya juga kembali kepada rakyat. Inilah semangat yang terus didorong Gus Bupati dalam setiap event yang digelar di Jember," kata Regar.
Sejarah sejak 1977
Jejak Tajemtra telah dimulai sejak 1977. Dari generasi ke generasi, masyarakat menempuh perjalanan panjang dari Tanggul menuju Jember. Hampir setengah abad berlalu, rute itu tetap menjadi saksi ribuan bahkan puluhan ribu langkah masyarakat yang datang dengan satu semangat: berjalan bersama hingga garis akhir.
Tajemtra bukan sekadar lomba berjalan kaki. Di balik perjalanan sekitar 30 kilometer itu tersimpan cerita tentang ketahanan, disiplin, persaudaraan, gotong royong, dan kebanggaan sebagai masyarakat Jember.
Regar mengatakan kekuatan utama Tajemtra justru terletak pada kemampuannya mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu perjalanan.
"Sejak 1977 sampai hari ini, generasinya berganti tetapi semangat Tajemtra tetap sama. Di sepanjang perjalanan tidak ada sekat. Pelajar, masyarakat umum, komunitas, ASN, pekerja, tua maupun muda berjalan di jalur yang sama dan menuju garis finis yang sama. Inilah salah satu wajah kebersamaan masyarakat Jember," ujar Regar.
Menurutnya, perjalanan Tanggul-Jember juga memiliki filosofi yang kuat. Untuk mencapai garis finis, peserta tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan. Mereka membutuhkan ketahanan, konsistensi, kekompakan dan kemampuan saling menguatkan.
(tim/sur)