Marquez Disebut Masih Menderita Sejak Kecelakaan di GP Indonesia
Jakarta -
Marc Marquez belum pulih betul. Bos Ducati Davide Tardozzi mengungkap The Baby Aliens masih menderita sejak kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Indonesia pada Oktober tahun lalu.
Kecelakaan Marquez itu terjadi saat bersenggolan dengan Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika pada Oktober lalu. Akibat insiden itu, Marquez mengalami cedera ligamen bahu dan patah tulang yang membutuhkan operasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa bulan kemudian, Marquez harus menjalani operasi kedua karena salah satu sekrup dari operasi pertama bergeser dan menekan saraf radialnya.
Tardozzi sempat menyebut September sebagai waktu kekuatan otot bahu Márquez akan pulih sepenuhnya.a. Namun setelah GP Aragon, ia mengakui pemulihan itu tidak secepat yang diharapkan.
"Ya, saya tahu September sudah tiba," kata dia dikutip dari Motosan, Jumat (4/9/2026).
"Menurut saya dia sudah membaik, tapi belum 100%," jelas Tardozzi.
Ia bahkan menyebut dampak kecelakaan di Indonesia ini terasa lebih berat dibanding cedera yang dialami Márquez pada 2020.
"Sayangnya, Marc masih merasakan dampak kecelakaan tahun lalu di Indonesia, bahkan lebih berat daripada yang di 2020," ungkapnya.
Meski begitu, performa Márquez tetap mengesankan. Di Aragon ia berhasil menang setelah bersaing ketat dengan Pedro Acosta, memangkas selisih poin dengan Jorge Martín di klasemen menjadi 19 poin. Ini jadi kemenangan keempatnya dalam enam balapan terakhir.
Kondisi fisik Marquez memang naik-turun drastis tergantung sirkuit, bukan performa yang konsisten stabil seperti musim lalu dengan memenangkan 11 dari 18 balapan utama.
Musim ini Márquez sudah menang di empat balapan utama. Tapi di luar kemenangan itu, mayoritas hasilnya jauh dari podium. Misalnya finis ketujuh di Mugello, Assen dan Silverstone, serta gagal finis di Buriram dan Jerez.
Dengan selisih hanya 19 poin dari Martín, gelar juara dunia masih sangat terbuka bagi Márquez. Tapi pertarungan musim ini bukan cuma melawan rival-rivalnya di lintasan, Marquez juga harus melawan keterbatasan tubuhnya sendiri.
"Marc mungkin tidak sedang memikirkan kondisi fisiknya; dia sedang berpikir untuk melakukan yang terbaik sesuai kondisinya saat ini," jelas Tardozzi.
(riar/dry)