Gubernur Jateng sebut berbagai capaian positif di tengah kondisi global

Rabu, 19 Agustus 2026 17:01 WIB

Image Print

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jateng, di Alun-alun Kidul, Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Boyolali (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan berbagai capaian positif dalam pembangunan Jateng, mulai dari sektor pangan, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan di tengah kondisi global yang tidak menentu dan tekanan fiskal.

"Kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi prioritas," katanya, saat Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jateng, di Alun-alun Kidul, Kabupaten Boyolali, Rabu.

Pada 2025, produksi padi Jateng disebut mencapai sekitar 9,39 juta ton, sementara hingga Juli 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai 6,74 juta ton.

"Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa," katanya.

Kerja masyarakat tersebut, kata dia, juga ikut menggerakkan sektor ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Bahkan, tingkat pengangguran terbuka Jateng turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, dengan tambahan sekitar 460 ribu orang yang bekerja.

Pertumbuhan investasi juga terus berjalan hingga semester pertama 2026, investasi telah mencapai Rp59,94 triliun, sedangkan pertumbuhan ekonomi Jateng hingga saat ini mencapai 5,80 persen, dan persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen.

Capaian tersebut berjalan beriringan dengan program pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti di sektor pendidikan menggratiskan biaya pendidikan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta.

Pemerintah juga memberikan beasiswa bagi siswa tidak mampu, termasuk 10.000 siswa dari keluarga miskin, kemudian sebanyak 282 sekolah telah direhabilitasi dan sembilan sekolah baru dibangun.

Di bidang kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat, sementara di sektor perumahan telah menuntaskan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.

Jawa Tengah juga memperkuat dukungan terhadap program pemerintah pusat, seperti program makan bergizi gratis (MBG) yang telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 SPPG.

Sebanyak 14 Sekolah Rakyat telah direalisasikan dengan 1.275 siswa, sedangkan Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit termasuk 6.271 unit yang telah beroperasi.

"Berbagai capaian ini tidak semata-mata menjadi hasil kerja pemerintah. Penghargaan dan capaian yang diraih Jateng juga merupakan buah dari kontribusi seluruh elemen masyarakat," katanya.

Peringatan Hari Jadi Jateng itu dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah, perwakilan petani, pelaku UMKM, hingga mantan gubernur dan tokoh masyarakat lainnya.

Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengingatkan bahwa sektor agraris merupakan salah satu penopang yang harus terus dioptimalkan.

Pemerintah harus peduli pada sektor tersebut karena itu merupakan kekuatan, apalagi Jateng adalah lumbung pangan nasional.

"Jawa Tengah harus kuat ekonominya, sebagai penyangga ketahanan nasional, maka masyarakat Jateng harus 'mempeng' bekerja, bertani, bercocok tanam untuk kesejahteraan keluarga dan bangsa," kata Gubernur Jateng periode 2008-2013 itu.

Baca juga: Road to Susurun 2026 ramaikan Boyolali, ratusan pelari siap sambut sport tourism Kota Susu

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.