Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan Pemerintah Provinsi Jabar memilih tidak menjadi investor tunggal dalam megaproyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya, karena demi menjaga pemerataan anggaran ke seluruh kabupaten/kota.

Meski proyek moda transportasi massal tersebut memiliki potensi keuntungan finansial yang tinggi, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengharuskan Pemprov Jabar bersikap adil agar wilayah pelosok di luar kawasan Bandung tetap mendapatkan porsi pembangunan infrastruktur yang layak.

"Kita paham anggaran Jabar bukan hanya untuk Kota Bandung, tetapi untuk wilayah se-Jawa Barat. Nanti kalau terfokus semuanya di Kota Bandung, nanti orang Garut enggak kebagian jalan," ujar Gubernur yang biasa dipanggil KDM (Kang Dedi Mulyadi) selepas peresmian pembangunan infrastruktur BRT Bandung Raya di Terminal Leuwipanjang Bandung, Rabu.

Dedi memetakan selain Bandung Raya, terdapat dua episentrum wilayah padat penduduk yang menjadi fokus pengembangan transportasi massal berikutnya, yakni kawasan Bogor Raya dan Bekasi Raya yang berbatasan langsung dengan ibu kota negara.

"Dengan perkembangannya transportasi publik di pusat kota, yang saya lihat ada dua, ada dua episentrum wilayah, satu wilayah Bandung Raya, yang kedua wilayah Bogor Raya dan Bekasi Raya," kata dia.

Mengingat tingkat mobilitas dan kepadatan penduduk di kawasan penyangga Jakarta tersebut sangat tinggi, menurut dia, kehadiran jaringan transportasi massal terintegrasi dinilai menjadi solusi mutlak untuk meredam kemacetan kronis.

"Kehadiran transportasi massal yang terintegrasi di Bogor Raya dan Bekasi Raya sangat penting untuk mengurai kemacetan sekaligus melayani tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat," tuturnya.


Baca juga: Siap-siap! Satpol PP Bandung Mulai Tertibkan PKL Cicadas Demi Proyek BRT
Baca juga: Cicaheum vs Leuwipanjang: Operasional Bus AKAP-AKDP Resmi Bakal Pindah!

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KDM ungkap Jabar tidak jadi investor tunggal BRT Bandung Raya

Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.