Gubernur Lampung: Tata kawasan pesisir dapat tingkatkan pariwisata daerah

Sabtu, 22 Agustus 2026 06:59 WIB

Image Print

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberi sambutan dalam pertemuan penataan kawasan pesisir. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.

Lampung memiliki garis pantai strategis yang berada di jalur ALKI 1 dan keindahan teluk yang dapat menjadi modal besar pertumbuhan ekonomi

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan dengan menata kawasan pesisir di wilayahnya dapat menjadi faktor pendorong meningkatkan pariwisata di daerahnya.

"Provinsi Lampung memiliki garis pantai strategis yang berada di jalur ALKI 1 dan keindahan teluk yang dapat menjadi modal besar pertumbuhan ekonomi, yang ditargetkan mampu melaju di atas 8 persen guna menopang visi Indonesia Emas," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan sektor pariwisata menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Lampung. Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan domestik tercatat melonjak hingga 27 juta kunjungan dari 17 juta kunjungan 2024, serta menyumbang sekitar Rp55 triliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung. Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah rendahnya masa tinggal wisatawan.

"Strateginya Provinsi Lampung ke depan adalah bagaimana membuat wisatawan domestik yang datang bisa tinggal lebih lama, belanja lebih banyak agar ekonominya bertumbuh," katanya.

Menurut dia, oleh karena itu penting pula dilakukan kolaborasi lintas sektor dalam menata kawasan pesisir terpadu guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah salah satunya melalui pariwisata.

Dan terkait pengembangan pesisir Kota Bandarlampung, ada rencana pembangunan Waterfront City sepanjang 27 kilometer yang telah digagas sejak belasan tahun lalu, namun kerap mengalami hambatan akibat ego sektoral serta kompleksitas tata ruang antar pemangku kepentingan.

"Penataan ini tidak bisa dilakukan oleh kotamadya sendiri. Pemerintah Provinsi Lampung harus sepakat dengan master plan ini, swasta harus sepakat dengan master plan ini," ucap dia.

Guna mewujudkan kawasan pesisir yang modern dan berkelanjutan, ada sejumlah arahan strategis yang dapat dilakukan seperti perencanaan kawasan terintegrasi yang bertumpu pada komitmen bersama seluruh pihak, penjagaan keseimbangan ekologi dan kesejahteraan warga dengan memprioritaskan mitigasi isu lingkungan serta sosial.

"Lalu penetapan target awal yang realistis guna memberikan dampak langsung bagi daya tarik pariwisata dan masyarakat lokal, kesiapan menyeluruh proyek investasi mulai dari tata ruang, kepastian legalitas, studi kelayakan, dokumen lingkungan, hingga skema pembiayaan agar beralih dari sekadar gagasan menjadi proyek siap tawar," tambahnya.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.