Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga yang menjadi korban kebakaran enam rumah di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penanganan setelah kejadian.

Lewerissa mengatakan, bantuan tersebut diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban yang untuk sementara harus mengungsi di balai desa setelah rumah mereka terbakar.

"Sebagaimana kita ketahui, tadi memang ada terjadi kebakaran yang menghanguskan enam rumah. Sudah tertangani dengan baik oleh pemerintah kota, telah diarahkan para korban itu untuk nanti sementara menginap di balai desa," kata Lewerissa saat meninjau lokasi kebakaran.

Ia mengatakan dirinya langsung menuju lokasi setelah tiba dari luar daerah untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus melihat penanganan yang telah dilakukan pemerintah setempat.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Maluku turut memberikan bantuan berupa sarung, selimut, kebutuhan perempuan, serta makanan bagi warga yang terdampak kebakaran.

"Pemerintah provinsi, kami sudah memberikan bantuan. Sudah ada sarung, selimut, dan macam-macam kebutuhan wanita, dan ada makanan juga sudah kami serahkan tadi. Kami berharap korban tetap semangat, nanti pemerintah akan melakukan apa yang bisa kami lakukan," ujarnya.

Selain memastikan kebutuhan dasar korban, Lewerissa mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino.

"Tapi sekaligus juga kami mengimbau kepada warga masyarakat. Di suasana El Nino dengan kondisi kemarau yang ekstrem seperti ini, kita harus berhati-hati, karena sangat mudah terjadi bencana kebakaran," tegasnya.

Lewerissa mengatakan, kebakaran juga terjadi di sejumlah kawasan hutan di beberapa kabupaten di Maluku. Kondisi tersebut, menurut dia, membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk mencegah kebakaran meluas maupun munculnya titik api baru.

Karena itu, ia meminta warga menghindari berbagai bentuk kelalaian yang berpotensi memicu kebakaran, mengingat penanganan bencana menjadi lebih sulit dalam kondisi cuaca ekstrem.

"Kita sebagai pemerintah berharap masyarakat juga punya kesadaran untuk berhati-hati. Memastikan tidak ada kelalaian yang menyebabkan terjadinya bencana kebakaran. Karena ketika terjadi bencana kebakaran, itu sulit untuk ditangani dalam kondisi ekstrem seperti sekarang," katanya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon dan jajaran pemadam kebakaran yang bergerak cepat menangani kebakaran hingga api berhasil dipadamkan.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.