Gubernur NTT meminta bantuan gempa menjangkau semua titik pengungsian
Gubernur NTT meminta bantuan gempa menjangkau semua titik pengungsian
Selasa, 1 September 2026 11:52 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena (kedua kanan) saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT di Kupang,untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat penanganan masa tanggap darurat bencana gempa Flores. ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores, dilakukan secara merata hingga ke seluruh titik pengungsian.
"Bantuan harus bisa didapat oleh semua masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai bantuan hanya berpusat pada satu titik, sementara di tempat lain masih ada warga yang belum terjangkau," katanya di Kupang, Selasa.
Hal itu disampaikan Melki dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT di Kupang, Selasa untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat penanganan masa tanggap darurat bencana gempa Flores.
Menurut dia, pemerataan bantuan menjadi penting karena masih terdapat sejumlah wilayah yang belum terjangkau secara optimal akibat kendala akses.
Karena itu, pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di setiap lokasi pengungsian.
"Masih banyak daerah yang belum terjangkau dengan baik karena terkendala akses. Ini yang perlu kita prioritaskan selama masa tanggap darurat agar kebutuhan dasar masyarakat benar-benar bisa terpenuhi," ujar Melki.
Ia menyoroti kondisi pengungsi yang meninggal dunia bukan akibat langsung dari gempa. Menurut Melki kondisi kehidupan di pengungsian, faktor lingkungan, kesehatan, serta persoalan sosial perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.
Ia meminta ketersediaan air bersih dan sanitasi menjadi perhatian serius di lokasi pengungsian. Sejumlah sumber air dilaporkan mengalami gangguan dan berpotensi tercemar akibat dampak gempa sehingga membutuhkan penanganan cepat.
Selain air bersih, penyediaan fasilitas sanitasi seperti toilet portabel di sejumlah titik pengungsian juga perlu segera dipenuhi.
Gubernur mengingatkan seluruh pihak agar memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi penyebaran penyakit di pengungsian, terutama karena banyak warga masih tinggal secara bersama-sama di dalam tenda.
"Layanan kebutuhan dasar di lapangan semuanya mendesak dan semuanya penting. Karena itu, kita harus menentukan prioritas dan memastikan penanganannya berjalan dengan baik," katanya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Melki meminta data mengenai titik pengungsian, jumlah warga, serta kebutuhan masing-masing lokasi terus diperbarui.
Menurut Melki data yang akurat akan membantu pemerintah dan pihak terkait mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi penumpukan bantuan di satu lokasi sementara wilayah lain masih kekurangan.
Selain pemenuhan kebutuhan darurat, Melki meminta sektor kehidupan masyarakat mulai digerakkan kembali secara bertahap sesuai kondisi keamanan masing-masing wilayah.
"Pelan-pelan sektor kehidupan masyarakat harus kita dorong untuk kembali normal. Sektor-sektor produktif harus mulai bergerak. Jangan sampai masyarakat hanya terkurung di dalam tenda selama masa tanggap darurat," ujar Melki.
Ia mengajak pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga terkait, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam penanganan dampak gempa Flores.
Menurut Melki, besarnya dampak bencana membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat agar bantuan serta pelayanan dasar dapat diberikan secara cepat, tepat, dan merata kepada seluruh masyarakat terdampak.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur NTT meminta bantuan gempa menjangkau semua pengungsi
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.