Jombang (ANTARA) - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan dirinya akan kembali berkonsentrasi pada agenda dialog antaragama dan penguatan gerakan Islam Kemanusiaan atau Humanitarian Islam.

Gus Yahya, Selasa mengatakan fokus tersebut akan dijalankan melalui sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya, antara lain Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.

"Yayasan yang didirikan oleh saya, yang bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20) adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama," kata Gus Yahya dalam keterangannya di Jombang, Selasa.

Selain CSCV, Gus Yahya mengatakan dirinya merupakan pendiri yayasan keagamaan global yang berbasis di Amerika Serikat. Yakni Bayt ar-Rahmah Li ad-Da'wa al-Islamiyah Rahmatan li al-'Alamin.

"Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah," ujarnya.

Kedua lembaga tersebut, kata dia, selama ini bekerja sama dengan PBNU dalam mengembangkan gerakan Humanitarian Islam dan menyelenggarakan forum dialog lintas agama dengan melibatkan pemimpin agama dari berbagai negara.

"Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum YANMU Syahdhana H Baswara mengatakan pihaknya akan melanjutkan kerja sama dengan Gus Yahya dalam sejumlah program, khususnya yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.

YANMU merupakan lembaga filantropi dan kemanusiaan yang menjalankan berbagai program sosial, kesehatan, serta dakwah.

"Kami akan teruskan kerja sama program-program dengan Gus Yahya," ujar Syahdhana.

Pewarta: Asmaul Chusna
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.