Bogor (ANTARA) - Ketua Panitia Halaqoh Forum Silaturahmi Pengurus Cabang Istimewa Nadhlatul Ulama (PCI NU) Internasional, yang secara pararel dilaksanakan dengan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur,  KH Abdul Latif Malik, Lc, M.Pd, menyatakan bahwa halaqoh dan  deklarasi Forum Komunikasi Alumni Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (FKA-PCINU) Internasional, sudah siap dilaksanakan.

"Menjelang pergelaran Halaqoh Pendidikan Tinggi NU dan deklarasi wadah alumni PCINU dunia yang tinggal menghitung hari, panitia penyelenggara memastikan seluruh persiapan telah berjalan dengan baik," kata Gus Latif, panggilan karib  KH Abdul Latif Malik dalam taklimat yang disampaikan di Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).

Ia menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 28 Agustus 2026 di Jombang ini dapat berjalan dengan sukses, lancar, serta memberikan kemanfaatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari semua pihak yang telah berkontribusi, terkhusus kepada Universitas Indonesia (UI), sehingga seluruh kebutuhan persiapan acara dapat tersedia dengan sangat baik," katanya

Gus Latif juga menjelaskan bahwa jajaran pemateri yang akan mengisi Halaqoh Pendidikan Tinggi NU tidak hanya berasal dari para pakar dan akademisi dalam negeri, melainkan juga menghadirkan narasumber ternama dari luar negeri untuk memperkaya perspektif diskusi.

Terkait dengan agenda pembentukan dan deklarasi FKA-PCINU dunia, Gus Latif yang juga Pengasuh Pondok Pesantren  Al-Muhajirin 3, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang itu berharap wadah ini dapat menjadi sarana jejaring yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak, terkhusus bagi para alumni yang telah menyelesaikan studinya di mancanegara.

Selain fokus pada agenda kegiatan di Jombang, Katib Syuriah PBNU itu juga turut memimpin doa bersama demi kelancaran agenda besar jam'iyah NU mendatang. 

"Kita semua berdo'a agar Muktamar NU ke-35 kelak dapat berjalan dengan lancar, aman, serta menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang dapat diterima dan menyejukkan seluruh warga Nahdliyin," demikian KH Abdul Latif Malik.

Dalam kegiatan nanti, tema yang diusung adalah "Halaqoh Pendidikan Tinggi NU: Peran Alumni & PCINU Internasional Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi & Pengembangan Ekosistem Industri Halal di Indonesia".

Sejumlah narasumber yang dijadwalkan hadir dan berbicara pada halaqoh itu, mulai dari menteri, rektor perguruan tinggi negeri (PTN), anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Komisi X DPR, Pengurus Pusat Ikatan Sarjana NU (PP ISNU), komisaris Bank Syariah Nasional (BSN) dan lainnya.

Ia merinci narasumber dimaksud yakni Menteri Haji dan Umrah, Dr KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, M.Si, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Prof Dr Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D, Kepala BPJH Dr Ir H Haikal Hassan Baras, ST, MT, Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Dr  Ir Heri Hermansyah, ST, M.Eng, IPU, Ketua Komisi X DPR, Dr Ir Hetifah Syaifudian, MPP.

Kemudian, dari mancanegara ada Penasihat Menteri Wakaf Suriah, Prof Dr As Syaikh Mu'taz As Subayni Ad Dimasqi.

Narasumber lainnya adalah Ketua PP ISNU: Prof Dr Phil, H Kamaruddin Amin, MA, Komisaris Utama BSN: Prof Dr Bahrullah Akbar, MBA, dan Anggota VI BPK: Drs H Fathan Subchi, MAP, CHSA, ChFA.

Pewarta: Pewarta BPJ
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.