Harga Minyak Melonjak 2 Persen ke US$84, Level Tertinggi dalam Sebulan
Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak dunia melonjak sekitar 2 persen pada perdagangan Selasa (14/7), dan menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.
Kenaikan dipicu meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran seperti awal perang terjadi pada Februari 2026.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$1,68 atau 2 persen menjadi US$84,98 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,65 atau 2,1 persen menjadi US$79,79 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan tersebut terjadi setelah Brent melonjak 9,6 persen pada sesi perdagangan sebelumnya, yang menjadi kenaikan harian terbesar sejak Mei 2020. Harga minyak melesat usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dengan penguatan itu, harga minyak kini berada di level tertinggi sejak AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang pada 17 Juni 2026.
Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan eskalasi terbaru meningkatkan premi risiko di pasar minyak.
"Eskalasi terbaru, termasuk pemberlakuan kembali blokade oleh AS dan respons Iran, jelas menambah risiko baru bagi pasar. Meski Selat Hormuz belum sepenuhnya ditutup, tujuan yang saling bertentangan dari kedua pihak membuat prospek pasokan menjadi sangat tidak pasti," jelasnya.
Ketegangan terbaru dipicu setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UAE) dihantam dua rudal jelajah Iran di jalur selatan Selat Hormuz, wilayah perairan Oman, pada Senin (13/7). Serangan itu menewaskan satu awak kapal berkewarganegaraan India dan melukai delapan orang lainnya.
Di sisi lain, Trump menyatakan pemerintahnya kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran.
Trump juga mengatakan Washington ingin memperoleh kompensasi dari negara-negara yang dilindungi AS dalam menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Militer AS juga melanjutkan serangan terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Dilaporkan, sedikitnya tujuh ledakan terdengar di Kota Bandar Abbas dan dua ledakan lainnya terjadi di Pulau Kish pada Selasa pagi.
Ketegangan di kawasan juga meluas setelah kelompok Houthi di Yaman meluncurkan rudal ke Arab Saudi. Serangan itu disebut sebagai balasan atas dugaan pemboman bandara yang dikuasai Houthi oleh Arab Saudi sehari sebelumnya.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/pta)
Add
as a preferred
source on Google