Ichinomiya, Jepang (ANTARA) - Ganda putri badminton Siti Fadia Silva Ramadhanti/Febriana Dwipuji Kusuma menjadi penentu langkah tim beregu putri Indonesia untuk melaju ke babak semifinal Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Selasa.

Hasil tersebut diperoleh setelah mereka mengalahkan pasangan Taiwan Hsu Yin-hui/Hu Ling-fang di partai keempat perempat final, dengan dua gim langsung 21-9, 21-6.

"Dari akhir gim pertama kami sudah bisa enak mainnya dan perbanyak komunikasi juga dengan pelatih, kami berusaha menaikkan semangat dan tidak mau ketinggalan start." tutur Fadia saat ditemui setelah pertandingan di Stadion Kota Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa.

Pada awal pertandingan, Fadia/Febriana sempat tertinggal oleh lawan. Namun selepas interval set pertama, permainan Fadia/Febriana mulai membaik dan bisa mengatasi tekanan lawan.

Pertandingan hari ini juga menjadi kesempatan bagi Fadia/Febriana dipasangkan untuk pertama kalinya. Namun keduanya mengaku tidak canggung dan bisa beradaptasi dengan pola permainan masing-masing.

Kesuksesan Fadia/Febriana pada laga tersebut juga dipengaruhi kemampuan mereka menekan stres dari skor pertandingan.

Fadia/Febriana menjadi wakil putri Indonesia yang terpaksa turun di partai keempat, setelah mengalami kegagalan mengantongi kemenangan 3-0 di partai ketiga.

"Kalau kepikiran harus menang tidak terlalu dipikirkan ya, tapi kami lebih berpikir mau main seperti apa. Pada saat awal tadi memang kami terbawa pola permainan lawan, main panjang terus. Tapi setelah itu kami bisa lebih enak mainnya," kata Febriana memaparkan.

Kemenangan Fadia/Febriana membawa Indonesia lolos dari babak perempat final Asian Games 2026, dengan mencatatkan skor 3-1 atas Taiwan.

Selanjutnya pada babak empat besar, tim putri Indonesia sudah ditunggu China, yang terlebih dulu memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan Thailand.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.