Kamis, 23 Juli 2026 - 13:15 WIB

VIVA – Kasus meninggalnya dokter magang di Lampung yang sempat menjadi perhatian publik akhirnya mendapat penjelasan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung. Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, IDI memastikan tidak ditemukan indikasi bahwa kematian dokter peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) tersebut disebabkan oleh beban kerja berlebihan (overwork) maupun tindakan perundungan (bullying).

Baca Juga

Korban diketahui bernama Muhammad Zulfikar Drakel (25), alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Saat itu, ia tengah menjalani masa pengabdian sebagai dokter internship di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, dokter Zulfikar ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar Guest House Sakinah yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, pada Selasa, 21 Juli 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga

IDI Tegaskan Tak Ada Indikasi Overwork maupun Bullying

Ketua IDI Wilayah Lampung, Josi Harnos, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan aktivitas almarhum selama menjalani program internship.

Baca Juga

Proses penelusuran dilakukan melalui pengumpulan keterangan dari sesama dokter internship, pihak rumah sakit tempat korban bertugas, direktur rumah sakit, hingga dokter pendamping yang mengawasi pelaksanaan program.

"Jadi hasil investigasi yang dilakukan menunjukkan tidak ditemukan indikasi overwork atau kerja berlebihan. Kami juga tidak menemukan adanya bullying maupun kekerasan di tempat kerja," kata Ketua IDI Lampung Josi Harnos saat dikonfirmasi di Bandarlampung, Kamis 23 Juli 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat berkembang di masyarakat setelah kabar meninggalnya dokter muda itu mencuat. Menurut IDI, hasil investigasi tidak mengarah pada dugaan adanya tekanan kerja ekstrem maupun tindakan kekerasan selama korban menjalani tugas sebagai dokter internship.

Diduga Memiliki Penyakit Penyerta yang Tidak Diketahui

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain memastikan tidak adanya unsur overwork maupun bullying, IDI juga mengungkap adanya dugaan faktor medis yang berkontribusi terhadap meninggalnya Zulfikar.

Josi menjelaskan bahwa hasil penelusuran mengarah pada kemungkinan korban memiliki penyakit penyerta yang sebelumnya tidak pernah diketahui, baik oleh rekan kerja maupun lingkungan tempat bertugas.

Halaman Selanjutnya

"Dari hasil penelusuran, ditemukan dugaan adanya penyakit penyerta yang tidak pernah diketahui sebelumnya," kata Josi.