Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027
Jakarta -
Kabar Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027. Ini menjadi angin segar bagi perkembangan sepak takraw Tanah Air.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari dengan Presiden Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF) Dato Abdul Halim Kader di Arena Sepak Takraw pada Sabtu (3/10/2026).
Abdul Halim menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap perkembangan sepak takraw, sekaligus perubahan positif yang terjadi dalam pengelolaan dan pengembangan cabang olahraga tersebut di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apresiasi secara khusus juga disampaikan kepada Ketua Umum PB PSTI (Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia), Surianto. Abdul Halim menilai kepemimpinan Surianto telah membawa perkembangan positif bagi sepak takraw Indonesia serta memperkuat hubungan PB PSTI dengan ASTAF serta komunitas sepak takraw internasional.
Sementara itu, Okto mengatakan, perkembangan sepak takraw Indonesia tidak hanya penting dari sisi prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ekosistem olahraga nasional dan hubungan Indonesia dengan komunitas olahraga internasional.
"Sepak takraw adalah salah satu cabang olahraga yang memiliki tradisi dan prestasi kuat bagi Indonesia. Karena itu, kami ingin memastikan perkembangannya terus berjalan, baik dari sisi prestasi atlet maupun hubungan Indonesia dengan federasi internasional. Kolaborasi antara NOC Indonesia, PB PSTI dan ASTAF menjadi bagian penting untuk membawa sepak takraw Indonesia semakin berkembang," ujar Okto dalam keterangan tertulisnya.
Kehadiran Okto di arena pertandingan juga menjadi bentuk perhatian KOI terhadap perjuangan atlet-atlet Tim Indonesia yang berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Okto menyaksikan langsung perjuangan tim sepak takraw Indonesia dalam pertandingan final yang digelar di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium.
Tim Indonesia harus puas dengan medali perak setelah kalah dari Jepang dalam tiga set, 15-17, 15-9 dan 13-15. Kendati demikian, perjuangan Jelki Ladada dkk mendapat apresiasi sebagai bagian dari perjalanan panjang pengembangan sepak takraw Indonesia.
Menurut Okto, dukungan terhadap atlet tidak berhenti pada saat pertandingan berlangsung. KOI juga memiliki tanggung jawab untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan federasi nasional maupun internasional demi memastikan keberlanjutan pembinaan olahraga Indonesia.
"Yang kita bangun bukan hanya prestasi untuk satu pertandingan atau satu Asian Games. Kita ingin membangun ekosistem yang berkelanjutan. Atlet harus mendapat dukungan, federasi harus semakin kuat, dan hubungan internasional juga harus terus kita jaga," kata Okto.
(mcy/aff)