Indonesia vs Bangladesh: Duel Diawali Mengheningkan Cipta Mengenang 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan
Zainal Hasan
| 1 Oktober 2026, 20:16 WIB

Timnas Indonesia saat mengheningkan cipta mengenang tragedi Kanjuruhan sebelum melawan Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion GBK, Jakarta, Kamis (1/10/2026). ANTARA/M Risyal Hidayat
AKURAT.CO, Timnas Indonesia mengawali laga melawan Bangladesh dengan suasana penuh penghormatan. Sesaat sebelum kick-off pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026), kedua tim mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang korban Tragedi Kanjuruhan.
Momen tersebut berlangsung tepat pada peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022. Sebanyak 135 orang meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi setelah pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, itu.
Para pemain Timnas Indonesia dan Bangladesh berdiri berjajar di tengah lapangan. Suasana SUGBK yang sebelumnya dipenuhi sorakan suporter berubah hening ketika penghormatan untuk para korban dilakukan.
Penghormatan tersebut menjadi bagian penting dalam pertandingan Timnas Indonesia kali ini. Sebab, laga melawan Bangladesh digelar tepat empat tahun setelah peristiwa yang menjadi salah satu catatan kelam dalam perjalanan sepakbola Indonesia tersebut.
Baca Juga: Persija vs Persib: Imbau Suporter Tertib, Erick Thohir Ingatkan Tragedi Kanjuruhan
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sebelumnya telah meminta anak asuhnya memberikan penghormatan terbaik kepada para korban Kanjuruhan. Menurutnya, skuad Garuda memiliki posisi sebagai representasi sepakbola Indonesia.
"Penting bagi para pemain untuk tampil mewakili negara dengan cara yang benar, sekaligus memberi penghormatan bagi mereka yang kehilangan nyawanya (dalam tragedi Kanjuruhan)," kata John Herdman dalam sesi latihan di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Herdman mengaku sudah mengetahui Tragedi Kanjuruhan ketika masih menangani Timnas Kanada. Ia bahkan menyebut pernah ada seremoni mengheningkan cipta dalam sebuah pertandingan untuk mengenang para korban tragedi tersebut.
"Tentu saja (harus memberikan penghormatan terbaik). Tim ini adalah representasi dari sepakbola di negara. Jika kita lupa, kita tidak akan belajar," ujar Herdman.
Setelah momen hening selesai, para pemain kembali bersiap menjalankan pertandingan dengan fokus pada perjuangan di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Bagi Timnas Indonesia, laga ini juga memiliki arti penting dari sisi persaingan. Skuad Garuda datang dengan koleksi empat poin setara Malaysia yang berada di posisi teratas Grup A dengan keunggulan selisih gol.
Pertandingan melawan Bangladesh menjadi kesempatan terakhir Indonesia untuk mengejar selisih gol Malaysia sekaligus menjaga peluang melaju ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026.