Daftar Isi

Jakarta -

Mobil hybrid direkomendasikan menggunakan BBM dengan kandungan RON di atas 90. Kalau nekat pakai di bawah rekomendasi, ini dampak ngerinya.

Jenis BBM harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin. Contohnya untuk mobil hybrid yang menggunakan mesin dan baterai, tentu pemilihan BBM tak bisa asal. Mobil hybrid Toyota misalnya, menggunakan sistem pembakaran dalam (ICE) terkini yang sudah mengandalkan teknologi katup variabel ganda (Dual VVT-i). Hybrid engine juga mengaplikasikan teknologi canggih agar efisien dan bertenaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mesin hybrid itu membutuhkan BBM dengan kualitas yang sesuai kebutuhan agar dapat bekerja secara optimal. Jika tidak, banyak potensi masalah, mulai dari kehilangan tenaga sampai yang terparah yaitu mesin mengalami gangguan serius. Lalu apa saja dampaknya kalau mobil hybrid tak menggunakan BBM sesuai rekomendasi?

Dampak Mobil Hybrid Tak Pakai BBM Sesuai Rekomendasi

1. Mesin Rusak

Untuk diketahui, mesin mobil hybrid Toyota itu mempunyai rasio kompresi di atas 13:1 , sehingga membutuhkan BBM dengan kadar RON di atas 90. Sebab, bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih rendah memiliki sifat mudah terbakar. Pada mesin Toyota modern, malah akan terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin yang berpotensi menyebabkan terjadinya knocking.

Alhasil, penggunaan bahan bakar oktan rendah memicu pembakaran tidak sempurna sehingga menyebabkan mesin kehilangan tenaga. Ciri-ciri knocking adalah terdengar suara mengelitik saat pedal gas diinjak sehingga kerap disebut sebagai ngelitik.

Suara ini akan terdengar semakin jelas dalam kondisi berat sehingga butuh tenaga besar, seperti ketika muatan penuh, menyalip kendaraan lain, atau di jalan menanjak. Lambat laun akan membuat komponen di dalam ruang mesin lebih cepat rusak karena bekerja tidak sesuai porsinya.

2. Boros

Masalah berikutnya adalah memicu timbulnya deposit kotoran di dalam ruang mesin yang akan menempel dan mempengaruhi kinerjanya. Ditambah, suhu ruang mesin ikut naik akibat kinerja komponen mesin tidak sesuai kebutuhan.
Dampak buruknya, tenaga mesin akan menurun yang diikuti oleh penggunaan bahan bakar boros akibat pengemudi memaksakan menginjak pedal gas lebih dalam. Dalam jangka panjang, akan mempercepat proses kerusakan komponen mesin.

Pakai BBM Sesuai Rekomendasi

Bahan bakar yang sesuai akan membantu meningkatkan efisiensi mesin yang berujung pada penghematan bahan bakar, walaupun tetap tergantung faktor lain seperti gaya berkendara, hingga kontur jalan. Tenaga yang sesuai spesifikasi masin juga membuat kamu tidak perlu memaksakan menekan pedal gas yang membuat boros BBM.

Kondisi mesin yang terjaga membuatnya lebih tahan lama sehingga mudah dalam perawatan. Biaya operasional mobil dalam jangka panjang akan terasa lebih ringan.

Cara lain untuk mencegah mesin mobil ngelitik atau knocking adalah dengan servis berkala setiap 6 bulan sekali. Ketika servis berkala, mesin akan diatur supaya dapat bekerja secara ideal dan sesuai standar pabrikan.

Semua komponen pendukung seperti filter-filter mesin, busi, dan sparepart lainnya akan dibersihkan dan diganti jika sudah tidak layak pakai atau waktunya diganti. Uji emisi dijalankan sebagai indikator pendukung apakah kondisi mesin dalam keadaan prima.

"Gejala knocking dan menumpuknya deposit di ruang bakar adalah dua hal yang AutoFamily tidak inginkan pada mesin hybrid Toyota. Solusinya mudah: gunakan BBM sesuai rekomendasi Toyota dan servis berkala di bengkel Auto2000. Sejalan dengan inisiatif Life is Easy with Auto2000 yang Dekat, Nyaman, dan Lengkap, kami menghadirkan layanan THS Auto2000 Home Service untuk servis berkala Hybrid EV Toyota di rumah pelanggan, cukup dengan booking via Auto2000 Digiroom," jelas Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara dalam siaran persnya.

(dry/rgr)