Industri Baja Hadapi Tekanan Impor, IISIA Siapkan Enam Agenda Strategis |Republika Online
Chairman IISIA yang juga Direktur Utama Krakatau Steel, Willgo Zainar.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri baja nasional menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tekanan impor hingga ketersediaan bahan baku dan energi. Kondisi tersebut mendorong Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) menyiapkan agenda strategis untuk memperkuat daya saing industri dari hulu hingga hilir.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS), Willgo Zainar, menggantikan Akbar Djohan sebagai Chairman IISIA periode 2026-2030. Pergantian kepengurusan tersebut dilakukan dalam rapat komite eksekutif di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Willgo mengatakan, diperlukan kekompakan pelaku industri baja dari hulu hingga hilir serta sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan industri.
Enam agenda strategis yang menjadi perhatian IISIA meliputi optimalisasi trade remedies dan pengendalian impor, penerapan SNI wajib, peningkatan efektivitas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), peningkatan kapasitas pasokan dan daya saing energi, jaminan jangka panjang ketersediaan bahan baku, serta pemanfaatan insentif fiskal dan investasi.
“Saya yakin dengan kekompakan dan soliditas seluruh pelaku industri, kita dapat bersama-sama memperjuangkan perlindungan yang lebih kuat bagi industri baja nasional,” kata Willgo dalam keterangannya pada Senin (28/9/2026).
Willgo juga menyampaikan apresiasi kepada Akbar Djohan dan jajaran pengurus IISIA periode sebelumnya atas kontribusi terhadap perkembangan organisasi.
“Kepemimpinan baru IISIA diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi seluruh pelaku industri baja, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem industri yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Willgo.
Pergantian kepengurusan IISIA menjadi momentum untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat koordinasi di antara pelaku industri baja. Bagi Krakatau Steel, keterlibatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam penguatan industri baja nasional.