Jakarta Bidik 20 Besar Kota Global 2045, Pramono Beberkan Agenda Besarnya
Selasa, 08 September 2026, 12:30 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan Jakarta masuk jajaran 20 besar kota global dunia pada 2045. Untuk mencapai target tersebut, Pramono meminta insan pers mengawal secara kritis berbagai program strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurut Pramono, pers memiliki peran penting dalam memastikan transformasi Jakarta menuju kota global berjalan secara transparan dan tepat sasaran. Karena itu, Pemprov DKI membutuhkan pers yang independen, kritis, akurat, dan konstruktif.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri malam penganugerahan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin (AJMHT) 2026 ke-52 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2026).
“Tahun ini ada 754 karya jurnalistik yang berpartisipasi, menunjukkan besarnya perhatian insan pers dalam merekam dinamika Jakarta dari berbagai sudut pandang,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
Pramono mengatakan pengawasan media dibutuhkan untuk mengawal sejumlah agenda strategis Jakarta, terlebih menjelang momentum 500 tahun Jakarta. Ia meminta pemberitaan mengenai program pemerintah disampaikan sesuai kondisi di lapangan tanpa dilebih-lebihkan maupun dikurangi.
“Menurut saya apa adanya. Enggak perlu yang terlalu dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi, bahkan saya kecenderungannya untuk dikurang-kurangi karena memang saya tidak mau terlalu overexpose yang kenyataannya tidak seperti itu,” tutur Pramono.
Sejumlah sektor menjadi bagian dari agenda transformasi Jakarta menuju kota global. Di antaranya penguatan bantalan sosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta pengembangan dan integrasi transportasi publik.
Selain itu, Pemprov DKI mendorong pembangunan Transit-Oriented Development (TOD), penataan ruang kota, hingga transformasi pengelolaan sampah.
“Banyak agenda strategis Jakarta yang perlu terus dikawal bersama, mulai dari akses pendidikan dan kesehatan, pembangunan transportasi publik dan Transit-Oriented Development (TOD), penataan ruang kota, hingga transformasi pengelolaan sampah. Peran media penting agar masyarakat mengetahui arah kebijakan, progres, sekaligus manfaatnya secara nyata,” pungkasnya.
Baca Juga: Reaksi Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
Baca Juga: Pramono Ngamuk Pedagang Masker Mark Up Harga Hingga 10 Kali Lipat, Pemprov DKI Siap Bagikan Gratis
Baca Juga: Jakarta Ditawari 37 Proyek Investasi Rp 115 Triliun, Pramono Janjikan Cuan
Pramono berharap berbagai agenda tersebut dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, dokumentasi jurnalistik terhadap proses transformasi Jakarta juga penting untuk merekam perjalanan kota menjelang dan setelah memasuki usia 500 tahun.
Kolaborasi pemerintah dan pers, kata Pramono, diperlukan agar masyarakat dapat mengikuti arah pembangunan Jakarta sekaligus menilai perkembangan berbagai program yang dijalankan menuju target 20 besar kota global pada 2045.