Tiga kecamatan di Langkat direndam banjir
Banjir berawal dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus di wilayah hulu sejak Senin, sehingga debit air sungai meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga
Stabat (ANTARA) - Sedikitnya tiga kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terendam banjir dampak tingginya curah hujan yang mengguyur sehingga menyebabkan meluapnya sejumlah sungai di daerah itu.
Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat Ansyari di Stabat, Selasa, mengatakan akibat tingginya curah hujan dan meluapnya sungai, menyebabkan jebolnya tanggul pengaman sungai di beberapa titik.
Kondisi tersebut sedikitnya menyebabkan tiga kecamatan terendam banjir yakni Kecamatan Batang Sarangan, Padang Tualang, dan Kecamatan Tanjung.
"Banjir berawal dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus di wilayah hulu sejak Senin, sehingga debit air sungai meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga. Kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul pengaman sungai di beberapa titik, sehingga air meluap lebih cepat dan meluas ke pemukiman," katanya.
Di Kecamatan Padang Tualang, lanjut dia, kondisi juga diperberat oleh pasang tinggi air laut di muara sungai, menyebabkan air tidak dapat mengalir lancar ke laut dan justru kembali meluap ke daratan.
Baca juga: BMKG: Sepekan ke depan Sumut berpotensi hujan sedang hingga lebat
"Belum ada laporan korban jiwa," kata Ansyari.
Di kecamatan Padang Tualang, lanjut dia, ada tiga dusun yang terdampak cukup signifikan yakni di Dusun 12 Benteng Rejo dengan 600 Kepala Keluarga (KK) terdampak ketinggian air yang mencapai 30–120 cm.
Di Dusun 11 Tegal Rejo ada 250 KK terdampak dengan ketinggian air 25–95 cm dan di Dusun Somor Bor ada 260 KK terdampak dengan ketinggian air 20–30 cm.
"Data dampak di Kecamatan Batang Sarangan dan Kecamatan Tanjung Pura masih dalam proses pendataan dan akan dilaporkan secara lengkap segera setelah data terkumpul," kata Ansyari.
Ia mengatakan BPBD Langkat terus melakukan pemantauan dan pengawasan perkembangan situasi secara langsung di lapangan di ketiga kecamatan yang terdampak.
Baca juga: Kepala BPBD: Banjir bandang di Bahorok sudah ditangani
BPBD Langkat juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako dan tenda keluarga serta dua perahu fiber untuk mendukung kegiatan penanganan di lokasi terdampak.
"Tim BPBD turun langsung ke lokasi membawa bantuan logistik serta peralatan guna keperluan penyaluran bantuan maupun apabila diperlukan evakuasi," katanya.
BPBD Langkat juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Polsek, Koramil, dan puskesmas di masing-masing wilayah guna kesiapan penanganan bersama.
Personel serta perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi disiagakan jika kondisi memburuk atau tanggul kembali jebol.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air serta kerusakan akibat jebolnya tanggul, dan bersiap melakukan evakuasi sewaktu-waktu apabila diperlukan," katanya.
Baca juga: BPBD: 4 kecamatan Langkat Sumut terdampak banjir
Pewarta: Juraidi dan Imam Fauzi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.