Bagikan:

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan penyelenggaraan Jakarta Triathlon 2026 sebagai instrumen untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor sport tourism.

Ajang yang digelar pada 13 September 2026 di Taman Impian Jaya Ancol itu diharapkan mampu meningkatkan belanja wisatawan, okupansi hotel, hingga pendapatan pelaku UMKM.

Pemerintah menilai penyelenggaraan event olahraga berskala nasional dan internasional memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian Jakarta.

Kehadiran atlet, ofisial, komunitas olahraga, dan wisatawan diperkirakan akan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga industri kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, Jakarta Triathlon 2026 menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism kelas dunia di momentum perayaan 5 Abad Jakarta.

"Jakarta memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism yang didukung infrastruktur, aksesibilitas, serta ruang publik yang representatif," kata Andhika.

Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga bukan hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi lokal.

"Kehadiran peserta, pendamping, dan wisatawan diharapkan meningkatkan okupansi akomodasi, kunjungan destinasi wisata, hingga mendorong pertumbuhan UMKM, sektor kuliner, dan ekonomi kreatif," ujarnya.

BACA JUGA:


Asal tahu saja, Jakarta Triathlon 2026 merupakan kolaborasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta bersama Federasi Triathlon Indonesia (FTI).

Pemerintah berharap ajang tersebut berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menarik peserta dari dalam maupun luar negeri.

Selain memperkuat citra Jakarta sebagai kota global, penyelenggaraan event olahraga dinilai dapat memperluas kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan konsumsi masyarakat selama penyelenggaraan acara.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+