KAI Perpanjang Rute KRL sampai Cikampek dan Cigombong, Rampung 2028 - Industri Katadata.co.id
PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memperpanjang dua rute layanan kereta rel listrik atau KRL di wilayah aglomerasi Jabodetabek. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut perusahaan akan menambah jangkauan KRL jalur Bekasi hingga sampai ke Cikampek di Kabupaten Karawang, dan; jalur Bogor sampai ke Cigombong.
Perpanjangan rute dilakukan melalui penambahan listrik aliran atas (LAA) atau elektrifikasi rel. Hingga saat ini, elektrifikasi jalur Bekasi baru sampai Stasiun Cikarang saja. Sementara jalur selatan baru sampai Stasiun Bogor. Bobby menyebut perpanjangan rute KRL arah selatan dapat menambah 30% kapasitas angkut ke arah Bogor.
“Kami tambahkan (mulai) 2027 sampai ke arah Cikampek, begitu juga yang sekarang hanya sampai Bogor kami tambah hingga Cigombong,” kata Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/9).
Dia menyebut rata-rata jumlah penumpang KRL saat ini mencapai 1,1 juta orang. Angkanya bahkan dapat bertambah mencapai 1,3 juta penumpang saat akhir pekan ataupun periode puncak. Karena itu, peningkatan sarana dilakukan perusahaan demi dapat menampung pertumbuhan penumpang KRL menuju dua juta orang per hari.
“(Perpanjang ini) harusnya sudah selesai di 2028,” ujarnya.
Tak hanya perpanjangan jalur, KAI juga bakal meningkatkan kemampuan listrik KRL jalur Rangkasbitung. Jalur yang identik dengan warna hijau tersebut saat ini hanya mampu melayani KRL dengan jumlah 8 dan 10 rangkaian gerbong (SF8/10).
Hal itu terjadi lantaran elektrifikasi jalur tersebut belum mumpuni. “Tahun ini kami mulai memasang 5 gardu traksi dan meningkatkan 9 gardu lainnya sehingga pada semester 1 2027, jalur Rangkasbitung bisa dilewati KRL rangkaian 12 gerbong,” ucapnya.
Selain peningkatan elektrifikasi, KAI juga akan membenahi jarak kedatangan kereta atau headway di jalur Rangkasbitung. Saat ini headway jalur hijau mencapai 10-15 menit, KAI akan mempersingkatnya menjadi sekitar 4-5 menit sekali.
Kondisi tersebut bisa terwujud apabila seluruh armada KRL jalur hijau sudah sepenuhnya berjumlah SF12.
Okupansi Tinggi
KAI sebelumnya memang berencana meningkatkan kapasitas lintas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung karena kereta rute tersebut memiliki tingkat okupansi tinggi yaitu sebesar 161%.
Bobby menyebut pihaknya akan menambah rangkaian kereta yang lebih panjang untuk mengatasi kepadatan tersebut. Namun, pengoperasian rangkaian 12 kereta atau SF12 masih terkendala keterbatasan pasokan daya listrik.
"Jalur Rangkasbitung saat ini hanya memiliki daya (tegangan) sekitar 3.000 (volt), sedangkan Bogor dan Bekasi masing-masing sekitar 4.000 (volt). Kami sudah berkali-kali mencoba melakukan rekayasa operasi, namun tetap belum memungkinkan menjalankan rangkaian SF12," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, 3 Juni lalu.