KAI: WNA berkunjung ke Jabar gunakan kereta naik signifikan - ANTARA News Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kenaikan signifikan pemanfaatan moda transportasi kereta api oleh wisatawan mancanegara (WNA) yang berkunjung ke wilayah Jawa Barat.
VP Public Relations PT KAI Anne Purba di Bandung, Senin, menyebutkan hingga September 2026, volume penumpang WNA yang menggunakan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencapai sekitar 760.000 orang.
"Angka ini melonjak tajam dibandingkan total penumpang asing sepanjang tahun lalu yang mencatatkan 600.000 orang," kata Anne saat dikonfirmasi.
Anne menyebutkan apabila diakumulasikan dengan integrasi Kereta Cepat Whoosh, pasar WNA di koridor Jakarta-Bandung telah menembus lebih dari 1 juta pelanggan.
Anne menyampaikan bahwa berdasarkan negara asal, wisatawan dari Malaysia menjadi kontributor terbesar penumpang asing yang memanfaatkan layanan kereta api koridor Jakarta-Bandung pulang dan pergi.
"Ada sekitar 1.500 itu dari Malaysia yang mengunjungi bolak-balik Jakarta-Bandung, Jakarta-Bandung dengan adanya Whoosh," kata Anne Purba.
Selain Malaysia, komposisi penumpang asing terbesar disusul oleh wisatawan asal Singapura, China, Jepang, dan Korea Selatan yang juga berjumlah signifikan.
Anne menilai kenaikan ini tidak lepas dari efektivitas promosi wisata di media massa dan media sosial, serta juga gencarnya pengenalan kemudahan moda transportasi rel di Indonesia.
Anne menambahkan angka tersebut menyumbang pada catatan penumpang yang terlayani oleh seluruh moda angkutan perkeretaapian yang dioperasikan KAI hingga kuartal III tahun 2026 yang tercatat mencapai 394,4 juta orang.
"Secara akumulasi nasional, volume penumpang KAI hingga kuartal III 2026 telah mendekati 400 juta orang atau tumbuh 7 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibanding periode yang sama tahun 2025," tutur Anne.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.