Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima hibah kain tenun pesujudan yang diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun setelah dikembalikan oleh kolektor asal Australia bernama Michael Abbot.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan kain tenun asal Bayan, Kabupaten Lombok Utara tersebut kemungkinan dibuat pada rentang tahun 1875 hingga 1925.

"Kain itu merupakan hibah yang diberikan langsung oleh kolektor Michael Abbott kepada Wakil Gubernur NTB yang disaksikan oleh Ketua DPR NTB dan Ketua Dekranasda NTB," ujarnya saat ditemui di Mataram, Rabu.

Nuralam menjelaskan hibah kain dilakukan karena kolektor meyakini Museum NTB mampu merawat dan menjaga kain tersebut sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

Kain pesujudan adalah kain tradisional masyarakat untuk kegiatan upacara keagamaan dan upacara adat di Lombok Utara. Kain itu secara historis berfungsi sebagai alas bersujud atau beribadah.

Menurut dia, kain pesujudan semestinya memang dikembalikan ke daerah asal karena merupakan kain tradisional masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok.

"Ini adalah kain dari Bayan, Lombok Utara. Panjang kain 163 sentimeter dengan lebar 40 sentimeter," kata Nuralam.

Detail kain pesujudan yang dihibahkan oleh kolektor Australia kepada Museum NTB saat diperlihatkan kepada awak media di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (16/9/2026). ANTARA/Sugiharto Purnama

Lebih lanjut, Nuralam menyampaikan pengembalian kain pesujudan tersebut merupakan bagian dari upaya diplomasi budaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB saat mengikuti peluncuran buku Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles di Australia pada 11-12 September 2026.

Kain itu memiliki motif manusia yang dikonfigurasikan dengan masjid sebagai salah satu ciri khas kain pesujudan. Warna kain awalnya putih, tapi karena sudah berusia lebih dari satu abad membuat warna kain berubah menjadi cokelat.

Kain pesujudan memiliki kaitan erat dengan perkembangan Islam di Pulau Lombok. Pada awal masuknya Islam sekitar abad ke-16, kain tersebut digunakan sebagai sajadah.

Seiring perkembangan budaya di Lombok, imbuh Bunyamin, maka penggunaan kain pesujudan bergeser dan digunakan oleh penghulu sebagai simbol status dalam bidang agama.

"Sampai sekarang yang masih mempertahankan kain pesujudan digunakan oleh penghulu ada di Bayan Timur. Di Desa Bilo Petung, Kecamatan Sembalun, kain pesujudan terakhir digunakan tahun 1980 oleh penghulu," pungkas Bunyamin.

Baca juga: Wagub NTB terpesona dengan koleksi keris asal Bima

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya pada 18 November 2025, Michael Abbot juga pernah menghibahkan kain pesujudan bersama naskah kuno kepada Museum NTB.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara tersebut juga pernah menyerahkan hibah berupa artefak Alquran tulis tangan abad ke-17 yang berasal dari India saat mengunjungi Museum NTB pada Juli 2024.

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026