Kala 2 Juta Pengunjung Museum Tiap Tahun Datang Lihat 'Kubis Palsu'
CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 19:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
National Palace Museum (NPM) di Taipei, Taiwan, menyimpan hampir 700 ribu artefak bersejarah dari era Kekaisaran China. Dari sekian banyak benda bernilai tinggi tersebut, ukiran batu giok berbentuk kubis bernama Jadeite Cabbage justru menjadi magnet utama wisatawan.
Melansir Stuff, ukiran setinggi 18,8 sentimeter ini memiliki ruang pameran tersendiri di NPM. Pihak pengelola bahkan kerap mengumumkan jika karya ini sedang menjalani 'perjalanan bisnis'-istilah khusus saat ukiran dipinjamkan atau dipamerkan ke museum luar negeri.
Mengutip CNN, museum ini menerima sekitar dua juta pengunjung setiap tahun. Antrean panjang wisatawan yang bersabar untuk mengabadikan gambar menjadi bukti popularitas ukiran kubis giok tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara visual, Jadeite Cabbage menampilkan gradasi warna hijau pada daun dan putih pucat di bagian pangkal. Seniman pembuatnya-yang hingga kini anonim-secara cerdas memanfaatkan cacat alami batu giok untuk membentuk detail urat daun.
Pilihan Redaksi
- Napak Tilas Jejak Kemerdekaan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi
- Panas Ekstrem, Italia Perpanjang Jam Buka Museum dan Monumen
- Museum Hopping dan Wisata Sejarah Kemerdekaan Saat HUT ke-81 RI
Jika dicermati lebih dekat, terdapat ukiran ekor tonggeret dan belalang yang tersembunyi di balik lipatan dedaunan.
Selain keindahannya, Jadeite Cabbage menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang. Karya seni ini dulunya tersimpan di Kota Terlarang Beijing sebagai bagian dari koleksi kekaisaran.
Pascaruntuhnya Dinasti Qing pada 1912, ukiran ini ditemukan di dalam wadah enamel dan mulai dipamerkan kepada publik di Palace Museum Beijing pada 1928.
Akibat gejolak politik dan konflik yang meluas, ukiran kubis ini kemudian diungsikan bersama ribuan artefak kekaisaran lainnya ke Taiwan.
Karya ini lama dikaitkan dengan simbol kesucian, kesuburan, dan kemakmuran, meski sejumlah sejarawan seni menilai ukiran ini bukanlah sebuah mahakarya teknis yang luar biasa.
Kini, popularitas Jadeite Cabbage telah menjelma menjadi komoditas suvenir komersial, mulai dari replika, gantungan kunci, hingga boneka.
Seorang mantan peneliti museum bahkan menyamakan fenomena kubis giok ini dengan penyanyi one-hit wonder, sosok yang dikenal luas sepanjang masa hanya karena satu karya populer. Dalam hal ini, 'lagu hit' tersebut berbentuk seonggok batu giok berukuran 19 sentimeter yang diukir menyerupai sayuran.
(dsd/wiw)