Kalbar perkuat data sanitasi tingkatkan layanan olah limbah - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat basis data terkait sanitasi guna meningkatkan pelayanan dalam pengelolaan dan pengolahan limbah domestik dengan perencanaan dan penganggaran yang lebih tepat.
“Sanitasi bukan sekadar persoalan membangun jamban atau menyediakan infrastruktur. Sanitasi adalah persoalan kualitas hidup, kesehatan masyarakat, perlindungan lingkungan dan masa depan pembangunan daerah,” kata Kepala Seksi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Kalbar Heppy Saragih di Pontianak, Kamis.
Dia mengatakan data menjadi dasar penting dalam meningkatkan kualitas layanan sanitasi.
Menurut dia, pengelolaan air limbah domestik harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan, penyedotan, pengangkutan, pengolahan hingga pembuangan atau pemanfaatan kembali sesuai standar kesehatan dan lingkungan.
Ia menilai pembangunan infrastruktur sanitasi hanya menjadi salah satu bagian, sedangkan keberlanjutan layanan sangat bergantung pada fungsi, pengelolaan dan pemeliharaan sarana yang telah tersedia.
“Data harus menjadi dasar perencanaan, perencanaan harus menjadi dasar penganggaran dan harus menghasilkan layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Heppy mengatakan karakteristik wilayah Kalbar yang beragam juga menuntut setiap kabupaten/kota memilih pendekatan pengelolaan air limbah sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Menurut dia, sistem yang sesuai untuk kawasan perkotaan belum tentu efektif diterapkan di kawasan perdesaan sehingga aspek sosial, lingkungan dan kondisi geografis perlu menjadi pertimbangan.
Selain penguatan data, pengelolaan air limbah domestik membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kewenangan agar pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pemilihan teknologi sanitasi juga harus mempertimbangkan keamanan, efisiensi, keberlanjutan, serta kesesuaian dengan karakteristik sosial dan lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.